Netanyahu Jelaskan Penundaan Pengumuman Kanker Prostat Karena Khawatir Dimanfaatkan Iran

Kondisi kesehatan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tiba-tiba menjadi perhatian publik. Pada tanggal 24 April, Netanyahu mengungkapkan bahwa ia telah didiagnosis dengan kanker prostat pada tahap awal. Ia juga menyatakan bahwa ia telah berhasil menjalani pengobatan yang diperlukan.
Menariknya, Netanyahu sebenarnya sudah mengetahui tentang kanker prostat tersebut sejak dua bulan yang lalu. Namun, ia memilih untuk menunda pengumuman mengenai kondisi kesehatannya ini agar tidak dimanfaatkan sebagai alat propaganda oleh Iran, terutama di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform sosial media X, Netanyahu menekankan pentingnya untuk tidak mempublikasikan laporan kesehatan tahunan pada saat-saat kritis dalam perang, demi menghindari kesempatan bagi rezim Iran untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan tentang Israel.
Menurut laporan yang dilansir dari Washington Post, dokumen kesehatan tahunan Netanyahu yang dirilis pada tanggal 24 April menjelaskan bahwa ia pernah menjalani operasi pada 29 Desember 2024 untuk mengatasi pembesaran prostat. Operasi ini sebelumnya telah diumumkan secara terbuka dan diketahui oleh publik.
Namun, beberapa bulan setelah operasi tersebut, melalui pemeriksaan rutin, dokter menemukan adanya kanker prostat di tahap awal. Berita ini disampaikan oleh Aron Popovtzer, Direktur Departemen Onkologi di Hadassah Medical Center, melalui sebuah video.
Popovtzer menjelaskan bahwa Netanyahu diberikan dua opsi dalam menangani kanker tersebut, yaitu pemantauan aktif atau terapi radiasi. Netanyahu memutuskan untuk menjalani terapi radiasi yang terarah, yang telah dilaksanakan sekitar dua setengah bulan lalu.
Sementara itu, pada tanggal 28 Februari, operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai dilaksanakan.
Netanyahu sendiri menyatakan bahwa saat ini ia berada dalam kondisi sehat dan merasa baik secara fisik. Ia mengklaim bahwa masalah kesehatan yang dihadapinya telah ditangani secara tuntas.
“Syukurlah, saya dalam keadaan sehat, kondisi fisik saya sangat baik. Saya pernah mengalami masalah kecil pada prostat yang sudah sepenuhnya teratasi,” ungkap Netanyahu.
Ia juga menambahkan bahwa setelah mendapatkan diagnosis mengenai pertumbuhan sel kanker, ia segera mengambil langkah medis tanpa menunda waktu.
“Bagi saya, jika ada informasi tentang potensi bahaya, saya ingin segera menanganinya. Ini berlaku baik dalam konteks nasional maupun pribadi. Itulah yang saya lakukan. Saya menjalani terapi yang terarah untuk menghilangkan masalah ini tanpa meninggalkan jejak. Prosesnya hanya memerlukan beberapa sesi singkat, di mana saya tetap bisa membaca buku dan melanjutkan pekerjaan saya. Kini, masalah itu benar-benar sudah hilang. Syukur kepada Tuhan, saya berhasil menghadapinya,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Game MotoGP 26 Resmi Rilis, Temukan Informasi Terbaru dan Bocoran Menariknya!
➡️ Baca Juga: DPR Menyatakan Teror Air Keras ke Aktivis KontraS Sebagai Peringatan Serius untuk Negara




