depo 10k depo 10k
lifestyle

Syekh Ahmad Al Misry Terjerat Kasus Pelecehan Sesama Jenis, Korban Mengaku Dijanjikan Beasiswa ke Mesir

Syekh Ahmad Al Misry kini berada di tengah sorotan publik akibat laporan mengenai dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang melibatkan sejumlah santri di berbagai pesantren. Kasus ini kembali mencuat setelah terungkapnya pola pendekatan yang diduga dilakukan secara sistematis, dengan iming-iming pendidikan ke luar negeri yang menggoda.

Ustaz Abi Makki, sebagai perwakilan dari para korban, mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan janji pendidikan di luar negeri sebagai cara untuk mendekati santri. Tawaran ini sangat menggiurkan, mengingat banyak santri yang bermimpi untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah. Mari kita simak lebih lanjut mengenai kasus ini.

“Ayo yang mau ke Mesir, nanti saya sekolahkan,” ungkap Ustaz Abi Makki, menirukan pernyataan Syekh Ahmad Al Misry dalam sebuah tayangan di YouTube pada 17 April 2026.

Janji tersebut ternyata bukan sekadar ucapan belaka. Dalam beberapa kasus, ada santri yang benar-benar diberangkatkan ke Mesir. Hal ini diduga menjadi strategi untuk menjaga kedekatan dan kontrol terhadap para santri yang ada di bawah naungannya.

“Ada beberapa, mungkin sekitar dua atau lebih, yang diberangkatkan,” jelas Ustaz Abi Makki mengenai santri yang telah diberangkatkan.

Namun, di balik tawaran pendidikan yang menggiurkan tersebut, muncul dugaan lain yang mengejutkan. Pendanaan keberangkatan para santri tersebut dikatakan bukan berasal dari dana pribadi Syekh Ahmad Al Misry, melainkan dari sumbangan umat.

“Ya, uang umat memang untuk membantu. Banyak dari jamaah yang ingin menopang para ahli Alquran,” tambah Ustaz Abi Makki.

Diketahui bahwa jumlah korban dalam kasus ini mencapai lima orang, semuanya adalah laki-laki yang berasal dari lingkungan pesantren. Saat ini, mereka tengah berusaha untuk pulih dari dampak psikologis yang ditimbulkan oleh pengalaman yang menyakitkan ini.

Menurut Ustaz Abi Makki, proses pemulihan para korban masih berlangsung, namun ada harapan agar pengalaman pahit ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat secara luas.

“Korban menunjukkan perkembangan positif, dalam artian mereka masih berharap mendapatkan kebaikan dari peristiwa ini. Harapannya, agar tidak ada lagi korban di masa depan,” kata Ustaz Abi Makki.

Kasus ini telah bergulir sejak tahun 2021, namun baru kembali mencuat seiring dengan kemunculan berbagai pengakuan baru dari para korban.

➡️ Baca Juga: Jalan-Jalan di Alam: Cara Efektif Meningkatkan Kreativitas dan Ide Segar Anda

➡️ Baca Juga: Cara Pairing Dual Bluetooth Speaker Sekaligus untuk Sound Stereo yang Lebih Mantap

Related Articles

Back to top button