Gareth Southgate Menyatakan Ketidakminatannya untuk Melatih Manchester United dan Alasan di Baliknya

Mantan pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, baru-baru ini memberikan penjelasan mengenai spekulasi yang mengaitkan namanya dengan posisi pelatih Manchester United.
Dalam sebuah wawancara yang berlangsung di podcast The Football Boardroom, Southgate menegaskan bahwa ia tidak memiliki ketertarikan untuk kembali melatih di tanah Inggris.
Perbincangan mengenai kemungkinan tersebut muncul setelah adanya perubahan di internal Manchester United menyusul kepergian Ruben Amorim dari kursi pelatih.
Sementara itu, posisi pelatih sementara diisi oleh Michael Carrick dengan dukungan Steve Holland, yang sebelumnya merupakan asisten Southgate di Timnas Inggris.
Dalam pernyataannya, Southgate secara tegas menyatakan bahwa ia tidak mempunyai ambisi untuk kembali menangani klub di Liga Primer Inggris. Ia merasakan bahwa pengalaman memimpin Timnas Inggris selama delapan tahun telah mengubah pandangannya terhadap dunia kepelatihan.
“Saya tidak memiliki gairah untuk sekadar melatih di Premier League,” ungkap Southgate, yang dikutip dari EPLindex, pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa meskipun pernah merasakan tekanan dalam kompetisi klub saat muda, tanggung jawabnya sebagai pelatih tim nasional memberikan pengalaman yang jauh lebih mendalam dan kompleks.
Southgate diketahui mundur dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Inggris pada Juli 2024 setelah timnya mengalami kekalahan di final Kejuaraan Eropa. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil membawa Inggris mencapai dua final Euro dan satu semifinal Piala Dunia, menjadikannya salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris modern.
Menurut Southgate, rutinitas sepak bola klub saat ini tidak lagi menjadi prioritas utamanya. Ia bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk melatih tim nasional lain atau kembali ke dunia kepelatihan dalam waktu dekat.
“Saya tidak sedang mencari posisi pelatih secara aktif. Ada banyak hal lain yang ingin saya lakukan dalam hidup,” ujarnya.
Kini, Southgate lebih memfokuskan energinya pada proyek-proyek bisnis, kegiatan di media, serta eksplorasi kreativitas di luar dunia sepak bola.
Ia juga menyadari bahwa jika ditunjuk sebagai pelatih di klub besar seperti Manchester United, hal itu dapat menambah tekanan bagi manajemen klub, mengingat harapan publik yang tinggi terhadap rekam jejak kepelatihannya.
➡️ Baca Juga: Kuliah Sistem Komputer Prospek Karir yang Menjanjikan
➡️ Baca Juga: Resep Rumahan Paling Dicari: Masakan Lezat untuk Keluarga