depo 10k depo 10k
berita

Dampak Kebijakan Perang Iran, Menhan AS Berisiko Menghadapi Penggulingan

Partai Demokrat di Amerika Serikat bersama dengan Partai Republik telah mengajukan usulan pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan, Pete Hegseth. Usulan yang mengecam kebijakan perang yang dijalankannya ini resmi diajukan pada tanggal 15 April.

Menurut laporan dari Chosun Daily pada 17 April 2026, usulan pemakzulan tersebut disertai dengan enam poin tuduhan. Tuduhan ini mencakup pelanggaran terhadap Undang-Undang Konflik Bersenjata, serangan terhadap warga sipil, serta tindakan yang berisiko bagi keselamatan tentara AS, sebagaimana diinformasikan oleh Axios.

Selain itu, tuduhan lain yang dilayangkan juga meliputi keputusan untuk menyerang Iran tanpa persetujuan dari Kongres, rencana untuk pengerahan pasukan darat AS, serta dugaan adanya korban sipil akibat serangan udara terhadap sekolah perempuan di Iran.

Menanggapi usulan pemakzulan ini, Kingsley Wilson, juru bicara Pentagon, membantah semua tuduhan yang diajukan. Dia menyatakan kepada Axios bahwa langkah tersebut merupakan upaya Partai Demokrat untuk menarik perhatian media.

Peran Hegseth dalam pemerintahan Trump telah menjadi sorotan. Sebelum terjadinya konflik dengan Iran, banyak penasihat CIA dan sejumlah penasihat Presiden Donald Trump yang menilai rencana tersebut sebagai opsi yang tidak realistis dan tidak dapat diterima.

Meskipun begitu, Hegseth menjadi satu-satunya yang mendukung rencana tersebut. Dalam pandangannya, langkah proaktif lebih baik daripada menunggu. Ia pun langsung menyetujui operasi yang diminta oleh Trump yang disebut Epic Fury.

Laporan dari New York Times menunjukkan bahwa di kalangan dekat Trump, Hegseth dikenal sebagai penggagas paling vokal untuk opsi perang.

Sejumlah pengamat juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa Hegseth tidak memberikan informasi yang akurat kepada Trump dan publik mengenai kondisi perang di Iran. Washington Post melaporkan bahwa dalam beberapa briefing pers, Hegseth cenderung menyajikan informasi yang tidak benar dan menggambarkan situasi lebih menguntungkan bagi pihak AS, alih-alih berdasarkan fakta objektif.

Sebelumnya, Hegseth beberapa kali menyatakan bahwa Iran tidak memiliki sistem pertahanan udara yang memadai dan tidak mampu membalas serangan udara dari AS. Namun, pada tanggal 3, sebuah rudal yang diluncurkan oleh Iran berhasil menjatuhkan jet tempur F-15 milik AS. Sumber dari pemerintahan Trump mengungkapkan kepada Washington Post bahwa Hegseth tidak menyampaikan informasi yang benar kepada presiden, yang mengakibatkan Trump membuat beberapa pernyataan berdasarkan informasi yang keliru.

➡️ Baca Juga: Korsel dan Prancis Sepakati Langkah Strategis untuk Keamanan Jalur Selat Hormuz

➡️ Baca Juga: Barcelona Menghadapi Ancaman Sanksi UEFA Setelah Raphinha Sebut Dirampok

Related Articles

Back to top button