Chat Kontroversial Guru Besar Unpad ke Mahasiswi Exchange: Pengakuan Rindu dan Permintaan Foto Bikini

Media sosial kembali dikejutkan oleh tuduhan perilaku tidak etis yang diduga melibatkan seorang Guru Besar dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Kasus ini mulai mencuat setelah sebuah unggahan yang viral di platform Threads, yang kemudian menyebar luas dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Unggahan tersebut pertama kali diposting oleh akun X @draftanakunpad4, yang memperlihatkan beberapa tangkapan layar percakapan. Dalam kiriman itu, terlihat adanya dugaan komunikasi yang tidak profesional antara seorang guru besar dengan seorang mahasiswi internasional yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Unpad.
Berdasarkan informasi yang beredar, sosok yang diduga sebagai guru besar tersebut dilaporkan menghubungi mahasiswi melalui pesan chat secara berulang kali.
Percakapan yang menjadi sorotan dianggap mengandung unsur yang tidak pantas, karena mencakup permintaan bersifat pribadi yang tidak relevan dengan konteks akademis.
“I need your photo, When Swim in the Phuket beach, wearing bikini,” demikian bunyi salah satu pesan yang beredar, yang dilaporkan pada Kamis, 16 April 2026.
Permintaan tersebut langsung ditolak oleh mahasiswi tersebut. Ia menegaskan bahwa dia tidak bersedia membagikan foto pribadi dengan konten yang demikian kepada siapapun.
Namun, meskipun penolakan itu jelas, guru besar tersebut dilaporkan terus berusaha mendekati mahasiswi dengan berbagai alasan, termasuk mengklaim ingin membantu mengurangi tekanan akademik yang dialami oleh mahasiswi selama menjalani studinya.
Dalam percakapan selanjutnya, oknum tersebut bahkan diduga menyarankan agar mahasiswi mengonsumsi minuman beralkohol jenis brandy untuk merasa lebih santai, serta meminta pihak lain untuk mengambil foto.
“Yes, please drink more Brandy and then swim, this is Saturday night, better to fly. All academic stressful task would go out,” ujarnya.
Tindakan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak karena dianggap sebagai bentuk manipulasi psikologis yang tidak etis, terlebih karena dilakukan oleh seorang akademisi dengan posisi tinggi.
Situasi semakin memanas ketika pelaku tetap menghubungi korban meskipun telah menerima penolakan tegas, termasuk mengirimkan pesan yang menunjukkan kerinduan.
“I miss you, how are you?” bunyi pesan yang dikirimnya.
“I am still waiting your bikini style,” tambahnya.
Tidak berhenti sampai di situ, guru besar tersebut diduga kembali meminta foto dengan nada yang menunjukkan ekspektasi agar mahasiswi memenuhi permintaannya.
➡️ Baca Juga: Mobil Listrik Paling Hemat di Indonesia untuk Kebutuhan Harian dan Mudik Anda
➡️ Baca Juga: Bojan Hodak Ungkap Strategi Jitu, Timnas Indonesia Tampil Menggila di Lapangan




