Bentrokan Mahasiswa dan Ojol di UMI Makassar, Polisi Tangkap 108 Individu Terlibat

Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi Arya Perdana, menjelaskan bahwa insiden bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan pengemudi ojek online (ojol) pada malam hari Jumat, 25 April 2026, telah ditangani dengan baik dan profesional.
Menurut Arya, insiden tersebut terjadi saat mahasiswa melakukan unjuk rasa yang berujung pada konflik dengan ojol. “Kami sudah mengendalikan situasi ini,” ungkapnya saat memberikan keterangan pada Senin, 27 April 2026.
Bentrokan ini diduga dipicu oleh aksi mahasiswa yang memblokir jalan protokol Urip Sumoharjo dalam rangka memperingati Hari April Makassar Berdarah (Amarah). Tindakan tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah, sehingga menimbulkan ketegangan di antara para pengendara, termasuk para ojol. Ada kemungkinan terjadi gesekan antara kedua belah pihak selama aksi pemblokiran jalan tersebut berlangsung.
Arya menjelaskan bahwa penutupan jalan yang berlangsung lama menyebabkan ojol merasa terpaksa untuk masuk ke area kampus, yang berujung pada ketegangan di dalam kampus setelah mahasiswa kembali ke dalam.
Ketika situasi mulai tidak terkendali, di mana massa mulai merusak pintu gerbang kampus UMI untuk mengejar mahasiswa, pihak kepolisian interveni untuk meredakan keadaan. Mereka meminta massa untuk tidak bertindak anarkis dan melakukan penyisiran ke dalam kampus, di mana sekitar seratus mahasiswa berhasil diamankan.
“Kami berhasil mengumpulkan sekitar 108 mahasiswa di dalam kampus, dan di sana juga hadir Wakil Rektor yang memberikan pengarahan, termasuk saya sendiri,” tambahnya.
Untuk menjaga keamanan, seratusan mahasiswa yang dikumpulkan di kampus kemudian dipersiapkan untuk dibawa ke Kantor Polrestabes. Ini dilakukan sebagai langkah pencegahan, mengingat ada kekhawatiran bahwa massa ojol yang masih berkumpul di luar dapat memicu bentrokan lebih lanjut.
“Karena masih ada ojol di depan, kami khawatir jika mereka keluar satu per satu, bisa terjadi bentrokan lagi atau hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, kami menaikkan mereka ke dalam truk dan membawa mereka ke sini (polres), sementara pihak ojol juga sudah membubarkan diri,” jelas Arya.
Demi menjaga keamanan setelah insiden tersebut, Arya menyatakan bahwa mahasiswa yang sebelumnya berada di Kantor Polrestabes dipulangkan pada Sabtu, 25 April, sekitar pukul 05.30 WITA dalam keadaan sehat. Selama mereka berada di Polrestabes, tidak ada tindakan intimidasi atau perlakuan tidak menyenangkan; semua diperlakukan dengan baik.
➡️ Baca Juga: Strategi UMKM Menetapkan Harga Jual yang Sesuai dengan Nilai Produk
➡️ Baca Juga: Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-tiba Muncul di Layar HP




