Rusia Menunda Pasokan Senjata ke Iran di Tengah Tekanan AS dan Israel

Kremlin mengumumkan pada tanggal 5 Maret 2026, bahwa sejauh ini Rusia tidak menerima permintaan bantuan dari Iran, termasuk dukungan militer, menurut laporan dari Anadolu.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menjelaskan kepada wartawan selama konferensi pers bahwa tidak ada permohonan dari Iran terkait potensi pasokan senjata.
Pernyataan Peskov muncul di tengah serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran sejak hari Sabtu, yang telah mengakibatkan tewasnya sedikitnya 926 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat militer senior.
Iran telah merespons serangan tersebut dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat penyimpanan aset militer Amerika.
Ketika ditanya mengenai upaya Rusia untuk mengakhiri konflik ini, Peskov menyatakan bahwa hanya pihak yang memulai konflik yang dapat mengakhirinya.
Rusia kini lebih fokus pada upaya untuk meminimalkan dampak krisis di Timur Tengah terhadap perekonomiannya, ungkap Peskov.
Dalam pernyataan terpisah, Rusia mengecam serangan terhadap Iran sebagai “tindakan agresi bersenjata” serta upaya untuk “menggulingkan pemerintahan yang sah di Iran,” menurut Kementerian Luar Negeri pada hari yang sama.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Iran telah “dengan sengaja diprovokasi” untuk melakukan serangan balasan terhadap target di beberapa negara Arab, sebuah situasi yang disesali oleh Rusia.
Moskow mengulangi seruannya kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan dan menekankan bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, baik di Iran maupun negara-negara Teluk, adalah “sama sekali tidak dapat diterima.”
“Pada saat yang sama, jelas bahwa satu-satunya cara untuk mencegah kawasan ini semakin terjerumus ke dalam destabilisasi adalah dengan mengakhiri agresi AS dan Israel, yang telah memicu reaksi berantai penderitaan bagi orang-orang Arab,” lanjut pernyataan dari kementerian tersebut.
Peskov juga menegaskan bahwa Moskow tetap terbuka untuk melanjutkan dialog damai dengan Ukraina dan sedang menunggu putaran negosiasi berikutnya. “Kami tetap terbuka untuk pembicaraan, kami sangat tertarik pada dialog tersebut, dan kami menantikan putaran selanjutnya,” ujarnya.
Peskov mengulangi rasa terima kasih Rusia kepada Amerika Serikat, mengapresiasi peran AS dalam upaya penyelesaian di Ukraina, dan mencatat bahwa penundaan ini tampaknya disebabkan oleh “alasan yang jelas.”
➡️ Baca Juga: Review Galaxy M55 Setelah 6 Bulan: Apakah Masih Lancar dan Awet?
➡️ Baca Juga: Mobil Listrik untuk Pemula: Panduan Lengkap




