Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Tanyakan Kondisinya Saat Proses Evakuasi Berlangsung

Proses evakuasi yang menyusul kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur telah berhasil diselesaikan. Operasi ini berlangsung kurang dari 12 jam setelah terjadinya insiden tersebut.
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang berhasil dievakuasi merupakan perempuan.
“Alhamdulillah, kami dari Basarnas, dibantu oleh TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat, telah menyelesaikan operasi pencarian dan penyelamatan dengan penanganan khusus dalam waktu kurang dari 12 jam. Musibah ini terjadi pada pukul 08.57 malam kemarin, antara kereta Commuter dan Argo Anggrek,” ungkap Syafii di lokasi kejadian pada Selasa, 28 April 2026.
Di tengah upaya evakuasi, terdapat satu momen yang menggugah emosi masyarakat di media sosial. Momen tersebut terjadi saat salah satu penumpang perempuan berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup pada pukul 04.17 WIB.
Dalam proses evakuasi yang dipimpin langsung oleh Syafii, korban yang diketahui bernama Nurul, berusia 26 tahun, segera ditandu oleh tim SAR dengan penyangga di kepala dan leher serta selang oksigen yang terpasang di hidungnya. Terlihat pula luka di bagian pelipis alisnya.
Saat itu, petugas berusaha menenangkan Nurul, meminta agar ia tetap berdoa.
“Satu korban selamat. Berdoa ya, berdoa. Insya Allah sudah aman,” ujar petugas kepada Nurul.
Meskipun dalam keadaan lemas, Nurul sempat menanyakan tentang kondisinya kepada petugas SAR yang hadir.
“Tapi saya tidak apa-apa kan?” tanyanya.
“Nggak apa-apa, aman,” jawab petugas dengan meyakinkan.
Petugas kemudian berkoordinasi untuk memastikan agar Nurul tetap aman saat ditandu keluar dari gerbong kereta KRL.
“Awas jangan sampai jatuh. Tahan-tahan. Tarik ya, yuk kita buka,” instruksi petugas saat mengangkat stretcher.
Saat ditandu keluar, Nurul terlihat meneteskan air mata. Menurut informasi resmi dari akun Instagram SAR Nasional, Nurul segera dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan ini bertambah menjadi 15 orang hingga Selasa siang.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga memberikan informasi terbaru mengenai data korban dalam insiden tragis antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada malam Senin, 27 April 2026.
➡️ Baca Juga: Cara Menguji Strategi Bisnis sebelum Diterapkan agar Risiko Bisa Ditekan
➡️ Baca Juga: PUBG Mobile Rayakan Ultah ke-8 dengan Kolaborasi Bersama Hypercar Apollo



