Bos Wanita Liga Inggris Mengelola Bisnis Jual Beli Suami dengan Strategi Cerdas

Sebuah kisah yang menarik pernah mengemuka di Liga Inggris, mengenai seorang bos klub yang melakukan transaksi yang cukup unik: menjual suaminya sendiri. Wanita tersebut adalah Karren Brady, yang dikenal luas sebagai First Lady of Football.
Karren Brady bukanlah nama asing dalam dunia sepak bola Inggris. Sebelum terjun ke industri ini, ia memulai kariernya di bidang periklanan. Perubahan besar terjadi ketika David Sullivan merekrutnya, yang kemudian mengantarkan Brady untuk mengambil peran penting dalam menyelamatkan Birmingham City dari ancaman kebangkrutan pada tahun 1993.
Selama 16 tahun di Birmingham City, Brady berhasil mengubah nasib klub yang hampir bangkrut menjadi aset bernilai puluhan juta poundsterling. Akan tetapi, perjalanan kariernya di dunia sepak bola tidak selalu mulus.
Sebagai seorang perempuan di industri yang didominasi oleh pria, Brady sering kali menjadi sasaran komentar seksis. Salah satu momen paling dikenal adalah ketika seorang pemain menyerangnya dengan pernyataan yang tidak pantas. Dengan tegas, Brady menjawab dengan ancaman untuk menjual sang pemain, dan benar saja, beberapa waktu kemudian, pemain tersebut benar-benar dilepas dari klub.
Di balik ketegasannya, terdapat kisah unik tentang Karren Brady. Ia mencuri perhatian publik dengan keputusan bisnis yang tidak biasa: membeli dan menjual suaminya sendiri, dan berhasil meraih keuntungan.
Brady menikah dengan Paul Peschisolido, mantan striker Birmingham, pada tahun 1995. Menarik untuk dicatat, meski menikah dengan seorang pemain dari klub yang sama, Brady tetap menjunjung tinggi profesionalisme. Dalam catatan transfer, terungkap bahwa ia pernah menjual suaminya dalam proses transfer—bukan hanya sekali, tetapi dua kali.
Dokumen resmi Birmingham City mencatat bahwa Paul Peschisolido direkrut pada tanggal 28 Maret 1996 dengan harga £400 ribu, dan hanya beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 22 Juli 1996, ia dijual kembali seharga £550 ribu.
Transaksi ini jelas menghasilkan keuntungan yang signifikan. Sebuah langkah bisnis yang terdengar aneh, tetapi sangat efektif dalam praktiknya.
Namun, tidak semua keputusan keuangan yang diambil Brady berjalan dengan baik. Dalam dokumen yang sama, tercatat bahwa klub juga sempat membeli sebuah properti milik Brady pada tahun 1995 dengan harga £157 ribu, yang sesuai dengan nilai pasar saat itu. Sayangnya, properti tersebut kemudian dijual kembali dengan kerugian sebesar £4 ribu.
Meski demikian, kisah “jual beli suami” tetap menjadi salah satu cerita paling ikonik dalam perjalanan karir Karren Brady di dunia sepak bola.
➡️ Baca Juga: Gala Sky Kenang Almarhum Orang Tua dengan Doa Al-Fatihah dan Mimpi Bersama Vanessa Angel
➡️ Baca Juga: AS-Israel Cabut Dua Nama Pejabat Iran dari Daftar Target Operasi Militer



