Tamara Bleszynski Miskom Soal Baju, Nurah Pasya: Ibu Tiri Bayar Sendiri dan Buat Sendiri

Jakarta – Ketidakhadiran Tamara Bleszynski dalam akad pernikahan Teuku Rassya mendapatkan perhatian publik yang cukup besar. Hal ini turut membawa nama Nurah Pasya, ibu tiri Rassya, ke dalam sorotan. Nurah menjadi sasaran kritik dari netizen yang menyalahkan dirinya sebagai penyebab absennya Tamara di acara tersebut. Untuk merespons tudingan yang beredar, Nurah akhirnya memberikan klarifikasi, terutama mengenai isu seputar seragam keluarga yang menjadi perbincangan hangat.
Dalam penjelasannya, Nurah menyatakan bahwa dia justru yang merancang dan membuat seragamnya sendiri, menggunakan bahan yang berbeda dari yang digunakan oleh ibu kandung Rassya. Pernyataan ini disampaikan untuk mengklarifikasi anggapan bahwa terjadi ketidakadilan dalam perlakuan terhadap ibu kandung Rassya dalam acara tersebut. Nurah ingin menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menjadikan ibu kandung Rassya sebagai tamu biasa dalam momen penting tersebut.
Di media sosialnya, Nurah menunjukkan seragam yang dikenakan oleh ibu kandung Antha dan ibu kandung Rassya. Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa seragam yang dikenakan oleh ibu tiri dibuat sendiri dan terbuat dari bahan yang berbeda. Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi dan keterlibatan aktifnya dalam perencanaan acara.
“Kebaya yang saya buat sendiri ini dibiayai sepenuhnya oleh saya,” ungkap Nurah menambahkan.
Selain membahas soal seragam, Nurah juga menekankan bahwa keluarga telah berharap agar ibu kandung Rassya dapat hadir mendampingi putranya di acara yang sangat penting dalam hidupnya. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara, termasuk susunan rundown, memang dirancang untuk menempatkan ibu kandung dalam posisi yang paling utama.
“Sebagai seorang ibu, tentu saya sangat berharap agar ibu kandung Rassya bisa hadir mendampingi putranya pada momen terpenting dalam hidupnya. Ia tidak hanya hadir sebagai tamu, melainkan memiliki peran yang diutamakan dalam setiap rangkaian acara pernikahan, seperti saat acara lamaran Rassya sebelumnya,” tulis Nurah menambahkan penjelasannya.
Sebelumnya, Teuku Rassya juga memberikan klarifikasi bahwa ibunya tetap menjadi sosok yang utama dalam setiap aspek acara pernikahan. Namun, ia mengakui adanya miskomunikasi dengan pihak Wedding Organizer terkait seragam yang dikenakan oleh ibunya. Akibatnya, Tamara memilih untuk hadir hanya pada saat resepsi pernikahan.
Dengan berbagai klarifikasi yang disampaikan oleh Nurah Pasya, diharapkan semua pihak dapat memahami situasi yang terjadi dan menghindari kesalahpahaman lebih lanjut. Isu yang beredar mengenai perbedaan perlakuan terhadap ibu kandung dan ibu tiri diharapkan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga momen bahagia ini tetap dapat dikenang sebagai perayaan cinta dan kebersamaan.
➡️ Baca Juga: 7 Tips Aman dan Nyaman Berkendara bagi Lansia di Jalan Raya yang Harus Diketahui
➡️ Baca Juga: NVENC AV1 vs x264 Slow Preset, Potong Bitrate 55% di 6000 Kbps




