Iran Tegaskan “Project Freedom” Trump di Selat Hormuz Langgar Gencatan Senjata

Iran telah memberikan peringatan tegas mengenai potensi keterlibatan Amerika Serikat dalam pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Mereka menilai bahwa tindakan tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang ada dan menolak inisiatif “Project Freedom” yang diusulkan oleh Washington di wilayah strategis tersebut.
Ibrahim Azizi, yang menjabat sebagai Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di parlemen Iran, menyatakan bahwa setiap bentuk intervensi dari pihak Amerika dalam sistem maritim baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati.
Melalui unggahannya di platform X, Azizi menegaskan penolakannya terhadap gagasan bahwa Washington dapat mengontrol jalur perairan tersebut. Ia menekankan bahwa Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak akan dikuasai oleh imajinasi atau angan-angan yang diusulkan oleh mantan Presiden Trump.
“Siapa pun tidak akan mempercayai narasi yang saling menyalahkan,” lanjutnya, menyoroti bagaimana situasi ini bisa memperburuk ketegangan yang sudah ada.
Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap komentar terbaru dari Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu, di mana ia menyatakan bahwa Washington akan melakukan langkah-langkah untuk membimbing kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar bisa keluar dari jalur perairan yang dibatasi, sebagai bagian dari inisiatif yang dinamakan “Project Freedom.”
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menggambarkan langkah tersebut sebagai “gestur kemanusiaan” yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada negara-negara netral yang tidak terlibat dalam konflik yang melibatkan AS-Israel melawan Iran.
“Demi kepentingan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara bahwa kami akan memberikan panduan untuk memastikan kapal mereka keluar dengan aman dari jalur perairan yang dibatasi ini,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Komando Pusat Amerika Serikat atau US Central Command (CENTCOM) pada Minggu, 3 Mei 2026, mengumumkan bahwa mereka akan mendukung kapal-kapal dagang yang ingin melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari inisiatif Presiden Trump yang disebut “Project Freedom.”
Dalam pengumuman di platform media sosial X, CENTCOM menyatakan bahwa mereka akan mulai memberikan dukungan untuk “Project Freedom” pada 4 Mei 2026 dengan tujuan memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.
CENTCOM menambahkan bahwa dukungan yang diberikan kepada kapal-kapal dagang yang melintasi selat tersebut akan melibatkan berbagai sumber daya, termasuk kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat yang berbasis di darat dan laut, platform nirawak multiguna, serta 15.000 personel militer.
“Dukungan kami terhadap misi pertahanan ini sangat penting untuk keamanan kawasan dan perekonomian global, sementara kami tetap mempertahankan blokade laut yang ada,” ungkap Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menekankan pentingnya inisiatif ini dalam konteks situasi yang semakin kompleks di wilayah tersebut.
➡️ Baca Juga: Kuliner Khas Singapura di Jakarta: Temukan Nuansa Hawker Culture yang Autentik
➡️ Baca Juga: Jay Idzes Berperan Penting, Sassuolo Kalahkan Tim Djarum Como 1907 di Mapei Stadium




