Bitcoin Mengalami Pemulihan, Harga BTC Berpotensi Meningkat Menuju Rp1,2 Miliar

Jakarta – Harga Bitcoin, aset kripto terkemuka di dunia, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan harga terkini memberikan harapan baru bagi para investor, menandakan kemungkinan bahwa tren pasar dapat kembali ke jalur positif.
Pemulihan harga Bitcoin ini tercipta setelah aset tersebut berhasil mempertahankan level support yang penting, sehingga mulai menunjukkan kenaikan secara bertahap. Meskipun demikian, sejumlah analis mencatat bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi. Oleh karena itu, arah pergerakan harga selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk menembus beberapa level resistensi yang krusial.
Berdasarkan data dari TradingView pada Selasa, 10 Maret 2026, harga Bitcoin sebelumnya melanjutkan penurunan hingga berada di bawah level US$66.500, yang setara dengan sekitar Rp1,11 miliar (dengan asumsi kurs Rp16.800). Aset kripto ini bahkan sempat menguji area support di sekitar US$65.500, atau sekitar Rp1,10 miliar, sebelum akhirnya mendapatkan tekanan beli dari investor yang optimis.
Titik terendah terbaru tercatat di level US$65.646, yang setara dengan sekitar Rp1,10 miliar. Setelah mencapai titik tersebut, harga Bitcoin mulai menunjukkan pola pemulihan dan bergerak naik kembali.
Bitcoin kemudian berhasil melampaui beberapa level resistensi penting di kisaran US$67.200 dan US$67.500, keduanya setara dengan sekitar Rp1,13 miliar. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat beli dari investor mulai kembali mengalir ke pasar.
Lebih jauh lagi, tekanan beli dari para investor bullish berhasil mendorong harga Bitcoin melewati level retracement Fibonacci 23,6 persen dari penurunan sebelumnya, yang tercatat dari puncak di US$74.062 (sekitar Rp1,24 miliar) hingga titik terendah di US$65.646.
Namun, tantangan dari investor bearish masih terlihat cukup kuat, terutama ketika harga mendekati area US$70.000, yang setara dengan sekitar Rp1,18 miliar.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di atas level US$68.000, atau sekitar Rp1,14 miliar, dan berada di atas indikator rata-rata pergerakan sederhana selama 100 jam.
Meskipun demikian, para analis mencatat adanya garis tren penurunan yang signifikan, yang menciptakan area resistensi sekitar US$69.250, setara dengan Rp1,16 miliar, pada grafik per jam pasangan BTC/USD.
Apabila harga Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas di atas level US$67.500, yang setara dengan Rp1,13 miliar, maka ada potensi bagi Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan lebih lanjut.
Resistensi terdekat kini berada di sekitar US$69.250 atau Rp1,16 miliar. Di sisi lain, resistensi penting berikutnya terletak di kisaran US$69.600, yang setara dengan sekitar Rp1,17 miliar, dan juga bertepatan dengan level retracement Fibonacci 50 persen dari penurunan sebelumnya.
➡️ Baca Juga: Krisis Korea: Pembaruan Terbaru
➡️ Baca Juga: Terkini: Politik Amerika Saat Ini




