Jepang Tetap Menjadi Destinasi Utama Wisatawan Asia di Musim Semi

Musim semi menjadi waktu yang sangat dinanti oleh banyak pelancong di Asia. Selain cuacanya yang lebih bersahabat, musim ini juga menawarkan berbagai keajaiban alam yang hanya muncul dalam jangka waktu terbatas, seperti mekarnya bunga sakura yang memukau.
Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Klook melalui laporan Spring Readiness Index mengungkapkan bahwa Jepang tetap menjadi tujuan utama bagi wisatawan Asia selama musim semi. Data yang diambil dari sekitar 900 responden di sembilan pasar Asia, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan India, menunjukkan bahwa 78 persen pelancong memilih Jepang sebagai destinasi favorit mereka untuk perjalanan musim semi. Mari kita bahas lebih dalam mengenai hal ini.
Di urutan berikutnya, terdapat Korea Selatan dengan 52 persen dan China dengan 42 persen. Banyak responden menyatakan keinginan mereka untuk berkunjung pada bulan Maret hingga April, di mana mereka bisa menikmati atraksi khas musim semi, terutama pemandangan bunga yang hanya dapat disaksikan pada waktu tertentu.
Marcus Yong, Vice President Global Marketing Klook, menyatakan bahwa pola perjalanan wisatawan saat ini menunjukkan perubahan yang sangat menarik.
Menurut Marcus, “Melalui Spring Readiness Index, kami melihat bahwa wisatawan kini lebih fleksibel dalam merencanakan perjalanan mereka, sambil tetap mengutamakan pengalaman yang bermakna. Ini mencakup berbagai aktivitas, mulai dari menjelajahi budaya lokal hingga mencicipi kuliner khas. Insight ini membantu kami di Klook untuk lebih mendukung wisatawan, baik secara daring maupun langsung selama musim perjalanan ini,” tuturnya dalam pernyataan yang dirilis pada 11 Maret 2026.
Temuan ini juga sejalan dengan laporan terbaru Travel Pulse 2026 dari Klook, yang menunjukkan bahwa fenomena alam musiman—seperti mekarnya bunga sakura—menjadi salah satu pengalaman yang paling diidamkan oleh wisatawan tahun ini.
Tren baru yang muncul adalah liburan multi-destinasi.
Selain memilih waktu perjalanan berdasarkan fenomena alam, wisatawan semakin tertarik untuk menjelajahi lebih dari satu lokasi dalam satu perjalanan.
Laporan Travel Pulse mengindikasikan bahwa sekitar dua pertiga dari wisatawan berencana untuk mengunjungi lebih dari satu destinasi dalam satu perjalanan. Tren ini menandakan pergeseran dari itinerary yang berfokus pada satu kota ke perjalanan yang lebih eksploratif dan beragam.
➡️ Baca Juga: Gareth Southgate Menyatakan Ketidakminatannya untuk Melatih Manchester United dan Alasan di Baliknya
➡️ Baca Juga: Belajar Makanan Tradisional Indonesia untuk Pemula



