depo 10k Depo 10k
lifestyle

Amati Konflik AS-Iran, Sujiwo Tejo: Hanya Sekadar Pertunjukan Kembang Api!

Kondisi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang melibatkan Israel, semakin meningkat. Konflik ini telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia mengenai kemungkinan terjadinya perang besar, termasuk risiko yang dihadapi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri. Beberapa dari mereka terpaksa batal kembali ke Tanah Air karena pembatalan penerbangan yang disebabkan oleh serangan drone ke Bandara Dubai.

Menanggapi situasi yang berkembang di Timur Tengah, Sujiwo Tejo memberikan pandangannya. Ia merasa prihatin terhadap esensi perang yang saat ini banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Mari kita simak lebih lanjut opini beliau.

Sujiwo Tejo bahkan menyatakan bahwa perang yang terjadi saat ini lebih mirip dengan pertunjukan kembang api dan petasan daripada konflik yang sebenarnya.

“Salam. Ini adalah perang dalam arti duel. Kaki bertemu mata, tangan bertemu dada. Atau mungkin bukan perang sama sekali, melainkan hanya pesta kembang api dan petasan,” ungkap Sujiwo Tejo dalam sebuah wawancara pada Rabu, 4 Maret 2026.

Budayawan ini mengemukakan pandangannya tentang cara perang modern yang menurutnya mencerminkan sikap ketidakberanian. Ia berpendapat, di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, pola peperangan saat ini cenderung dilakukan dari jarak jauh tanpa adanya tatap muka antara pihak yang berkonflik.

“Buat apa kita mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi jika hanya untuk membuat kita menjadi pengecut?” tegas Sujiwo Tejo.

“Dulu, peperangan dilakukan dengan berhadapan langsung, mata bertemu mata, dan dada bertemu dada. Itu yang saya sebut sebagai keberanian sejati,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa istilah ‘keberanian’ yang dimaksud bukan sekadar berkaitan dengan gender, melainkan lebih kepada sikap ksatria dalam menghadapi lawan secara terbuka dan jantan.

Menurutnya, dibandingkan dengan masa lalu yang memperlihatkan pertemuan fisik antara dua pihak yang berkonflik, saat ini perang lebih mengandalkan serangan dari jarak jauh.

“Dulu, jika ada konflik, kami akan bertemu langsung di satu tempat. Sekarang, perang hanya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dari jarak jauh. Ilmu pengetahuan seharusnya membuat kita lebih terhormat, bukan malah mempermalukan,” pungkasnya.

Pernyataan Sujiwo Tejo tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat di media sosial. Banyak pengguna internet yang sependapat dengan kritiknya, beranggapan bahwa peperangan modern kehilangan nilai-nilai keberanian dan kehormatan.

Namun, ada pula yang berargumen sebaliknya. Mereka percaya bahwa kemajuan teknologi telah mengubah strategi militer untuk menjadi lebih efektif dan mengurangi risiko terjadinya pertempuran langsung.

➡️ Baca Juga: Pengembangan SDM Unggul2025: Meningkatkan Kinerja dan Produktivitas

➡️ Baca Juga: ⁠Ribuan Talenta Teknologi Padati GDG Bandung 2025, Fokus pada AI hingga UI/UX

Related Articles

Back to top button