AS Siapkan Hadiah Rp160 Miliar untuk Informasi Penangkapan Pemimpin Milisi Irak

Amerika Serikat telah mengumumkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS, atau sekitar Rp 160 miliar, bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Hashim Finyan Rahim al-Saraji, yang lebih dikenal dengan nama Abu Waala al Wa’eli. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan dari AS terhadap kelompok milisi yang didukung oleh Iran di Irak.
Menurut sumber yang dilansir oleh NDTV, Hashim al-Saraji merupakan pemimpin dari kelompok yang dianggap teroris dan memiliki afiliasi dengan Iran di Irak. Dia juga menjabat sebagai sekretaris jenderal untuk kelompok Kata’ib Sayyid al Shuhada (KSS), sebuah milisi Irak yang didukung oleh Iran dan memiliki ideologi yang sejalan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Inisiatif ini juga bertujuan untuk mendorong pemerintah Irak dalam penunjukan perdana menteri baru yang lebih berkomitmen dalam mengendalikan aktivitas milisi tersebut secara tegas.
Melalui program Rewards for Justice yang dikelola oleh Departemen Luar Negeri AS, pemerintah menegaskan bahwa kelompok ini bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil di Irak serta serangan terhadap fasilitas dan personel diplomatik AS di Irak dan Suriah. Pihak yang memberikan informasi bisa mendapatkan perlindungan relokasi serta imbalan uang.
Abu Waala al Wa’eli juga diketahui pernah menyatakan dukungannya terhadap gerakan Houthi dan mengklaim bahwa KSS merupakan bagian dari gerakan tersebut, berdasarkan keterangan dari Counter Extremism Project.
Mengingat aktivitas KSS yang dianggap mendukung kepentingan Iran di wilayah tersebut serta keterlibatannya dalam serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Wa’eli sebagai “Specially Designated Global Terrorist” pada 17 November 2023.
Profil Abu Waala al Wa’eli menunjukkan perjalanan karier yang penuh dengan kontroversi dan pertempuran.
Sebelum bergabung dengan KSS, Wa’eli adalah anggota Kata’ib Hezbollah (KH), sebuah milisi Syiah yang dikenal anti-Amerika dan juga telah dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh AS, beroperasi di Irak dan memiliki keterlibatan di Suriah.
Saat masih menjadi bagian dari KH, ia terlibat dalam aktivitas yang membuatnya ditangkap dan dipenjara di Amerika Serikat, sebelum akhirnya dibebaskan pada tahun 2010. Ketika konflik berkepanjangan di Suriah dimulai pada awal 2010-an, sejumlah anggota KH dari sayap Abu Hussein dan Abu Fadak membentuk KSS, dan Wa’eli bergabung dengan mereka.
➡️ Baca Juga: Konten AI Generated: Masa Depan Kreator atau Ancaman?
➡️ Baca Juga: Nutrisi Ideal untuk Meningkatkan Fokus Mental dan Konsentrasi Sehari-hari yang Optimal




