Blokade Selat Hormuz: AS Mencegah Enam Kapal Tanker Berangkat dari Pelabuhan Iran

Militer Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka berhasil mencegah keberangkatan enam kapal dari pelabuhan Iran dalam 24 jam pertama sejak diterapkannya blokade laut terhadap negara tersebut.
Komando Pusat Angkatan Bersenjata AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer di kawasan Timur Tengah, mengungkapkan bahwa lebih dari 10.000 personel militer, serta lebih dari selusin kapal perang dan puluhan pesawat, terlibat dalam pelaksanaan misi ini.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, CENTCOM menjelaskan bahwa selama periode 24 jam awal, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade yang ditetapkan oleh AS. Sebanyak enam kapal dagang telah diminta untuk kembali dan berlabuh kembali di pelabuhan Iran di Teluk Oman.
Lebih lanjut, CENTCOM menekankan bahwa blokade ini diterapkan secara konsisten terhadap kapal-kapal dari berbagai negara yang beroperasi di atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan yang ada di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Namun, meskipun CENTCOM mengklaim tidak ada kapal yang berhasil melintasi blokade, data pelacakan dari penyedia informasi maritim Kpler menunjukkan adanya setidaknya dua kapal yang berhasil berlayar dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz pada hari Senin.
Sebelumnya, sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS dilaporkan telah mencegat dua kapal tanker minyak yang berusaha meninggalkan Iran pada hari Selasa dan memerintahkan mereka untuk kembali, menurut laporan yang diambil dari dua pejabat AS.
Kedua kapal tersebut dilaporkan berangkat dari pelabuhan Chabahar yang terletak di Teluk Oman, dan mereka dihubungi oleh kapal perang AS melalui sistem komunikasi radio.
Para pejabat menambahkan bahwa kapal tanker tersebut termasuk dalam enam kapal dagang yang telah menerima instruksi dari Komando Pusat AS untuk kembali ke pelabuhan Iran setelah memasuki wilayah Teluk Oman.
Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, menjelaskan bahwa militer AS telah berhasil menerapkan blokade secara efektif di jalur perdagangan laut yang menghubungkan Iran, dalam waktu kurang dari 36 jam. Data dari CENTCOM menunjukkan bahwa sekitar 90% dari perekonomian Iran bergantung pada aktivitas perdagangan maritim.
“Blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah diterapkan secara menyeluruh, dengan pasukan AS menjaga keunggulan maritim di wilayah Timur Tengah. Diperkirakan bahwa 90% dari ekonomi Iran didorong oleh perdagangan internasional melalui jalur laut. Dalam waktu kurang dari 36 jam setelah blokade diberlakukan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan semua aktivitas ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui laut,” ungkap Cooper.
➡️ Baca Juga: Pelakor Syariah: Mengenal Sabrina Farhana, Pendiri Serial Nussa Rara yang Fenomenal
➡️ Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Semakin Padat, Jasa Marga Siapkan Tol Fungsional untuk Kelancaran Lalu Lintas




