Pramono Dorong Seluruh BUMD Laksanakan Program Bedah Rumah Secara Serentak

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk secara aktif melaksanakan program bedah rumah. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus kesejahteraan masyarakat di ibu kota.
Melalui program ini, Pramono berharap dapat memberikan dampak positif bagi warga Jakarta, khususnya dalam memperbaiki kondisi tempat tinggal yang kurang layak. Momen penyerahan 26 unit rumah hasil kolaborasi antara Baznas Bazis DKI Jakarta dan beberapa BUMD, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta sektor swasta, menandai langkah awal yang signifikan dalam program ini.
Pramono menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan berbagai pihak, seperti PAM Jaya dan Dharma Jaya dari BUMD, serta Pertamina dan Pegadaian sebagai BUMN. Selain itu, perusahaan swasta seperti Tokio Marine dan PT Malahayati Nusantara Raya juga turut berkontribusi dalam program ini. Hal ini menunjukkan komitmen semua pihak untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Dalam program yang didanai oleh Baznas Bazis, Pramono mengungkapkan bahwa anggaran yang diperlukan untuk setiap rumah berkisar antara Rp50.000.000 hingga Rp55.000.000. Anggaran ini diharapkan dapat digunakan secara efektif untuk menjadikan rumah-rumah tersebut lebih layak huni.
Selama proses bedah rumah berlangsung, warga yang terkena dampak akan tinggal sementara di tempat kontrakan atau kost. Seluruh biaya sewa untuk akomodasi sementara ini juga akan ditanggung oleh Baznas Bazis, sehingga warga tidak perlu khawatir akan biaya tambahan selama renovasi berlangsung.
Dari program ini, PAM Jaya berkontribusi dengan membedah 15 unit rumah, sementara Dharma Jaya mengerjakan 10 unit rumah. Pertamina berperan dalam membedah delapan unit, Pegadaian dua unit, Tokio Marine lima unit, dan PT Malahayati Nusantara Raya menangani 16 unit rumah. Semua angka ini menunjukkan kolaborasi yang solid antara berbagai entitas dalam upaya meningkatkan kualitas hunian.
Sejak tahun 2019 hingga 2025, Baznas Bazis telah berhasil melaksanakan program bedah rumah dengan total 3.509 unit rumah yang diperbaiki. Rinciannya mencakup 706 rumah di Jakarta Barat, 501 rumah di Jakarta Pusat, 953 rumah di Jakarta Selatan, 1.162 rumah di Jakarta Timur, 293 rumah di Jakarta Utara, dan 79 rumah di Kepulauan Seribu. Data ini menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hunian di seluruh wilayah Jakarta.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga mendorong agar dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki program bedah rumah. Hal ini sebagai salah satu bentuk kepedulian dan gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan warga ibu kota.
Menurut Rano, permasalahan permukiman menjadi salah satu tantangan utama di Jakarta. Dengan populasi yang terus meningkat, jumlah penduduk saat ini sudah melebihi kapasitas yang dapat ditampung oleh luas wilayah yang ada.
Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berinovasi dengan membangun rumah susun, yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan yang tidak layak huni. Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif hunian yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan.
➡️ Baca Juga: Inovasi Energi Terbarukan: Solusi untuk Krisis Energi Nasional
➡️ Baca Juga: Nanobank Syariah Mendorong Generasi Syariah untuk Mewujudkan Gaya Hidup Finansial Berkelanjutan




