Spanyol Tetap Teguh Menghadapi Ancaman Embargo Perdagangan dari Trump

Pemerintah Spanyol pada hari Selasa memberikan tanggapan terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana untuk “memutus semua hubungan perdagangan” dengan negara tersebut. Mereka menegaskan bahwa setiap peninjauan terhadap hubungan komersial harus sesuai dengan hukum internasional serta perjanjian yang telah ada.
Pihak Spanyol menambahkan bahwa jika Washington ingin mengevaluasi kembali hubungan perdagangan yang terjalin, proses tersebut harus dilakukan dengan menghormati otonomi perusahaan swasta, hukum internasional, dan perjanjian bilateral yang ada antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Pernyataan ini dilaporkan oleh RTVE, media penyiaran publik Spanyol.
Trump sebelumnya menyebut Spanyol sebagai sekutu yang “mengerikan” dan mengkritik Madrid atas apa yang dianggapnya sebagai kurangnya kerja sama terkait pangkalan militer AS di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah.
Menanggapi kritik tersebut, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa mereka merupakan “anggota kunci NATO” dan telah memenuhi komitmen mereka, sekaligus memberikan kontribusi yang signifikan untuk pertahanan wilayah Eropa.
Madrid juga menggarisbawahi posisinya sebagai kekuatan ekspor utama di Uni Eropa dan mitra dagang yang dapat diandalkan dengan 195 negara, termasuk Amerika Serikat, di mana negara ini memiliki hubungan perdagangan yang “bersejarah dan saling menguntungkan”.
Pemerintah Spanyol menambahkan bahwa mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mengurangi dampak potensial dari tindakan yang diambil, mendukung sektor-sektor yang terkena dampak, serta mendiversifikasi rantai pasokan jika diperlukan.
Spanyol menegaskan kembali bahwa komitmennya adalah dan akan selalu berorientasi pada perdagangan bebas serta kerja sama ekonomi antar negara, berdasarkan pada prinsip “saling menghormati” dan “kepatuhan terhadap hukum internasional”.
Pada hari Senin, pemerintah Spanyol juga menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak pernah dan tidak akan menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Sebelumnya, Presiden Trump mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol setelah AS tidak dapat menggunakan pangkalan militer di negara itu untuk menyerang Iran.
“Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berurusan lagi dengan Spanyol,” kata Trump kepada para wartawan di Ruang Oval Gedung Putih saat menerima kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Selasa, 3 Maret 2026.
Pada hari Senin, Spanyol menegaskan bahwa AS tidak akan melakukan serangan dari pangkalan militer yang ada di Spanyol, sembari menekankan bahwa mereka memiliki kontrol penuh atas semua fasilitas yang mereka kelola.
➡️ Baca Juga: Program FLTA Guru Bahasa Inggris 2025 ke Amerika: Informasi Lengkap
➡️ Baca Juga: Membangun Infrastruktur & Digitalisasi SDM di Sekolah




