Soroti Program Makan Bergizi, Sahroni Minta Pengawasan yang Lebih Ketat dan Efektif

Program makan bergizi kini kembali menjadi fokus perhatian sebagai salah satu langkah krusial untuk meningkatkan kualitas kesehatan serta sumber daya manusia di Indonesia.
Inisiatif ini dianggap tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan fisik dan kemampuan belajar anak-anak.
Pemerintah telah menegaskan bahwa program makan bergizi ini ditujukan untuk menjangkau kelompok yang membutuhkan, khususnya anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di sekolah.
Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menyatakan dukungannya terhadap penguatan pengawasan Program Makan Bergizi (MBG) yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Program ini kini berada di bawah pengawasan Kejaksaan Agung, hingga ke tingkat daerah dan desa, untuk memastikan bahwa pelaksanaannya berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan di lapangan, khususnya pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Menanggapi inisiatif tersebut, Sahroni menekankan pentingnya langkah ini karena program MBG menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah potensi penyalahgunaan.
“Komisi III memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi antara BGN dan Kejaksaan Agung dalam mengawasi program MBG. Program ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Sahroni.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran program yang tepat. Sahroni mengingatkan bahwa dana yang digunakan berasal dari anggaran negara, sehingga harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap bentuk penyelewengan dalam penggunaan dana harus ditindak tegas. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa program dapat berjalan sesuai dengan tujuannya.
“Dana untuk program MBG ini harus dipastikan digunakan seefektif dan seefisien mungkin, demi kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, jika ada yang ketahuan menyalahgunakan, harus ada tindakan tegas dan hukuman berat,” tambahnya.
Program Makan Bergizi sendiri merupakan salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Oleh sebab itu, pengawasan yang ketat dianggap sebagai kunci agar manfaat program ini dapat dirasakan secara merata tanpa kendala di lapangan.
➡️ Baca Juga: AS Monaco Menang 3-1 atas PSG di Parc des Princes Setelah Kekalahan di Liga Champions
➡️ Baca Juga: Furnitur Indonesia Semakin Dikenal dan Diminati di Pasar Global




