Putra Ali Khamenei Terluka Akibat Target Israel, Simak Kondisi Terkininya

Mojtaba Hosseini Khamenei, yang dianggap sebagai calon kuat pengganti mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan mengalami cedera akibat serangan yang diduga dilakukan oleh Israel.
Kabar mengenai Mojtaba Khamenei terluka muncul dalam konteks percobaan pembunuhan yang terjadi dalam sepekan terakhir. Hal ini terjadi di tengah operasi militer yang dikenal dengan nama Operation Epic Fury, sebagaimana dilaporkan oleh beberapa sumber.
Meskipun diunggulkan sebagai kandidat utama untuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran selanjutnya, hingga saat ini, Mojtaba belum muncul di hadapan publik sejak berita tentang serangan terhadap keluarga Khamenei mencuat.
Pria berusia 56 tahun ini dikatakan telah terpilih sebagai kandidat terdepan setelah dua kali pertemuan yang diadakan oleh Dewan Ahli Iran. Informasi ini diperoleh dari beberapa pejabat di rezim yang berbicara kepada media.
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai sosok yang berpandangan keras dan sangat anti-Barat. Ia juga memiliki peran penting di balik layar selama masa kepemimpinan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Dikenal sebagai pendukung kuat pengembangan senjata nuklir, Mojtaba memiliki hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), sebuah pasukan elit yang memiliki pengaruh besar di dalam negeri dan dikenal sangat tegas.
Aspek kehidupan pribadinya juga menarik perhatian. Tokoh konservatif ini dilaporkan memiliki sejumlah properti mewah di Inggris dengan total nilai lebih dari 100 juta pound sterling, yang setara dengan sekitar Rp 2,29 triliun.
Laporan dari Bloomberg mengungkapkan bahwa portofolio properti yang dimiliki oleh Mojtaba mencakup 11 rumah di Bishop’s Avenue, London, yang merupakan kawasan elit yang dikenal dengan sebutan “Billionaire’s Row”.
Selain itu, ia juga diyakini mengelola jaringan investasi besar yang tersebar di berbagai kota seperti Teheran, Dubai, dan Frankfurt. Diketahui pula bahwa ia menyimpan dana dalam rekening bank yang berlokasi di Swiss.
Pada bulan Januari lalu, Mojtaba dilaporkan telah memindahkan hampir 250 juta pound sterling, setara Rp 5,725 triliun, ke Dubai dengan menggunakan mata uang kripto.
Mojtaba juga diketahui memiliki jet pribadi, helikopter untuk perjalanan darurat, dan armada mobil mewah dari merek Mercedes, menunjukkan gaya hidupnya yang sangat mewah.
Sebelum ayahnya meninggal, ia aktif mengajar di seminari terbesar di Iran yang terletak di kota Qom. Ia pernah menimba ilmu dari seorang ulama ekstrem yang dikenal dengan julukan “Ayatollah Buaya”.
Mojtaba, yang dikenal memiliki catatan buruk terkait hak asasi manusia, diduga terlibat dalam penindasan terhadap berbagai aksi protes yang terjadi di dalam negeri. Ia juga memiliki pengalaman dalam Perang Iran–Irak.
➡️ Baca Juga: Mengenang Tiga Tahun Kepergian Olga Syahputra: Warisan yang Tak Terlupakan
➡️ Baca Juga: Negara-Negara yang Paling Terpengaruh oleh Penutupan Selat Hormuz




