Misi Artemis II Meluncur, 4 Astronaut NASA Kembali ke Bulan Setelah 54 Tahun Menanti
Roket Artemis II SLS (Space Launch System) yang diluncurkan oleh NASA pada malam Rabu, 1 April 2026, membawa empat astronaut ke bulan, sebuah langkah monumental setelah 54 tahun menunggu. NASA telah mengonfirmasi bahwa misi Artemis II berhasil meluncur dari Pusat Antariksa Kennedy yang terletak di Florida, Amerika Serikat.
Saat ini, roket tersebut sedang mengorbit Bumi dan akan terus melakukannya hingga hari Kamis, ketika pembakaran injeksi translunar dijadwalkan untuk dilaksanakan. Proses ini akan mengarahkan roket untuk menempuh jarak sejauh 240.000 mil ke bulan. Di dalam kapsul Orion, keempat astronaut segera memulai evaluasi terhadap performa pesawat ruang angkasa dalam menjalani pendakian ke orbit dengan kecepatan mencapai 17.500 mph.
Tim pengendali penerbangan yang berbasis di Houston telah mengonfirmasi bahwa semua panel surya, yang berfungsi untuk menyediakan daya listrik secara berkelanjutan bagi pesawat ruang angkasa selama perjalanan menuju bulan, telah berhasil terpasang.
Peluncuran ini menandai momen bersejarah, karena ini adalah kali pertama sejak misi Apollo 17 yang berlangsung pada bulan Desember 1972, manusia meninggalkan orbit rendah Bumi.
“Negara ini, dan dunia secara keseluruhan, telah menunggu lama untuk kembali melakukan perjalanan ini,” ungkap Reid Wiseman, seorang astronaut veteran NASA dan komandan misi Artemis II, saat berpidato kepada wartawan di Kennedy Space Center pada hari Minggu, ketika tim yang terdiri dari tiga orang Amerika dan satu orang Kanada menjalani proses karantina menjelang peluncuran.
Misi penerbangan luar angkasa yang direncanakan berlangsung selama 10 hari ini tidak akan melakukan pendaratan di bulan, namun tetap dipenuhi dengan berbagai pencapaian penting. Dua anggota kru, Christina Koch dari NASA dan Victor Glover, akan mencetak sejarah sebagai wanita pertama dan orang kulit hitam pertama yang menjelajahi ruang cislunar, yaitu area antara orbit Bumi dan bulan.
Anggota kru keempat, Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada, juga akan mencetak sejarah sebagai orang non-Amerika pertama yang melakukan perjalanan ke wilayah tersebut.
Kapsul Orion Artemis II memiliki kemampuan untuk membawa awaknya lebih jauh dari Bumi dibandingkan manusia sebelumnya. Diperkirakan, awak pesawat akan mencapai jarak lebih dari 4.600 mil (7.400 km) di sisi jauh bulan pada hari keenam misi, hampir mencapai 253.000 mil (407.000 km) dari Bumi. Dengan demikian, mereka akan memecahkan rekor yang ditetapkan pada bulan April 1970 oleh misi Apollo 13 yang gagal, yang mencapai jarak sejauh 248.655 mil (400.000 km).
➡️ Baca Juga: 6 Janji Allah bagi Pelaku Istighfar: Ustadz Abdul Somad Ungkap Rezeki Mengalir Deras
➡️ Baca Juga: Inovasi dalam Sistem Transportasi Cerdas




