Sedekah dari Hasil Korupsi: Apakah Dibenarkan? Simak Penjelasan Ustaz Maulana

Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi wujud kepedulian terhadap sesama, sedekah juga berfungsi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi setiap orang yang bersedekah, dan ia memiliki banyak keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Namun, bagaimana jika sedekah tersebut berasal dari hasil korupsi? Pertanyaan ini menarik perhatian Ustaz Maulana yang memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini.
“Ada lima syarat dalam bersedekah: Ikhlas, yang terbaik, sasaran yang tepat, tidak menyakiti, dan tidak mengungkit,” ungkap Ustaz Maulana dalam sebuah sesi yang diunggah di saluran YouTube HAS Creative pada tanggal 16 Maret 2026.
Ustaz Maulana juga menekankan pentingnya salah satu syarat sedekah, yaitu tidak menyakiti orang lain. Ia menjelaskan bahwa saat memberikan sedekah, kita seharusnya tidak mempermalukan penerimanya.
“Menyakiti tidak diperbolehkan, saat kita berbagi, jangan sampai mempermalukan orang. Mengatakan, ‘Orang miskin sini semua, yang miskin sana,’ itu adalah bentuk penghinaan. Meskipun mereka menerima, di dalam hati mereka bisa merasa tidak enak karena dipermalukan,” jelasnya lebih lanjut.
Lebih jauh, Ustaz Maulana mengingatkan agar kita memberikan sedekah dengan cara yang tepat, yaitu mendatangi atau mengantarkan langsung kepada orang yang membutuhkan.
“Apa salahnya jika kita mengumpulkan dan kemudian mengantarkannya? Saat berbagi, sebaiknya kita yang mengantarkan, bukan orang yang datang kepada kita. Itulah mengapa lembaga amil zakat sangat penting, agar kita bisa berbagi tanpa merasa sombong,” tambahnya.
Penting juga bagi mereka yang menerima atau menyalurkan sedekah untuk memastikan bahwa harta yang disedekahkan itu berasal dari sumber yang halal.
“Harus jelas asal-usulnya. Allah tidak akan menerima sesuatu yang buruk. Jika kita tahu sedekah itu berasal dari korupsi atau riba, apa yang harus dilakukan? Kita bisa menggunakan dana tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti toilet umum atau perbaikan jalan,” tutur Ustaz Maulana.
Sementara itu, jika kita tidak bisa mengetahui dari mana asal sedekah tersebut, terutama jika penyumbang menggunakan sistem transfer untuk menyampaikannya, Ustaz Maulana memberikan pandangan yang berbeda.
“Tidak masalah, justru ada orang yang berbagi dan kita tahu dari mana asalnya. Kita harus berbagi sesuatu yang baik untuk orang-orang yang baik. Ada proses perbaikan dalam bersedekah, tetapi kita harus menjaga amanahnya. Ikhlas, yang terbaik, dan sasarannya tepat harus diperhatikan agar tidak melenceng dari tujuan,” ujarnya.
Ustaz Maulana menjelaskan bahwa sedekah dari hasil korupsi tidak bisa dianggap sebagai amal yang sah. Meski bisa digunakan untuk tujuan tertentu, tetap saja asal-usul dana tersebut tidak sesuai dengan prinsip syariat.
Ketidakjelasan tentang asal-usul harta yang disedekahkan seringkali menjadi dilema bagi banyak orang. Namun, tetap ada jalan untuk memastikan bahwa sedekah yang diberikan memiliki nilai positif.
“Jika kita tidak tahu dari mana asal sedekah itu, kita harus lebih berhati-hati. Pastikan bahwa kita tidak terlibat dalam amal yang didasari oleh harta yang tidak halal,” tegasnya.
Ustaz Maulana juga menambahkan bahwa penting untuk mendidik masyarakat tentang etika dalam bersedekah. Dengan cara ini, diharapkan akan ada kesadaran kolektif untuk tidak hanya berbagi, tetapi juga memastikan bahwa apa yang dibagikan adalah yang terbaik.
“Kesadaran akan pentingnya asal usul harta harus ditanamkan. Mari kita tingkatkan pengetahuan tentang cara bersedekah yang benar dan sesuai dengan tuntunan agama,” tutup Ustaz Maulana dengan pesan yang penuh makna.
Dengan memahami prinsip-prinsip ini, kita tidak hanya dapat menjalankan ibadah sedekah dengan baik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk bersedekah dari sumber yang halal, demi keberkahan hidup kita di dunia dan akhirat.
➡️ Baca Juga: KKI Resmi Cabut Izin Praktik Dokter PPDS Priguna di RSHS
➡️ Baca Juga: Bahasa Pemrograman Terbaik untuk Pengembangan Aplikasi



