Iran Siap Pertahankan Selat Hormuz dan Tuntut Kompensasi Perang dari AS

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan bahwa negara tersebut akan berkomitmen untuk mempertahankan hak-haknya, termasuk kontrol atas Selat Hormuz dan tuntutan kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan akibat konflik yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan ini disampaikan oleh Aref melalui akun X-nya pada hari Minggu, setelah pertemuan antara delegasi tinggi Iran dan AS berakhir tanpa mencapai kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam di Islamabad, ibu kota Pakistan.
Aref juga menyebutkan bahwa, sesuai dengan pernyataan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, solidaritas dan persatuan nasional di kalangan masyarakat Iran semakin menguat saat ini.
“Kami akan mempertahankan hak rakyat, mulai dari kekuasaan di Selat Hormuz hingga tuntutan kompensasi. Ini adalah komitmen kami untuk menciptakan Iran yang lebih kuat,” ujarnya, seperti yang dilaporkan oleh presstv.ir pada hari Senin, 13 April 2026.
Dia menambahkan bahwa pemerintahan Iran yang dikenal sebagai pemerintahan pertahanan dan pembangunan menganggap persatuan nasional sebagai aset krusial untuk mendorong kemajuan serta memulihkan hak-hak warganya.
Sebagai catatan, perundingan yang berlangsung pada hari Sabtu tersebut dimediasi oleh Pakistan dan merupakan kelanjutan dari beberapa putaran diskusi dan pertukaran proposal, namun belum menghasilkan kemajuan yang signifikan.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang memimpin tim negosiasi Iran, juga menyatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat tidak berhasil mendapatkan kepercayaan dari pihak Teheran selama proses pembicaraan.
“Rekan-rekan saya telah mengajukan inisiatif yang konstruktif, tetapi pada akhirnya pihak lawan gagal meraih kepercayaan dari delegasi Iran dalam putaran perundingan kali ini,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Iran menjalankan diplomasi yang kuat bersamaan dengan kekuatan militernya untuk mempertahankan hak-hak rakyat.
Perundingan ini berlangsung setelah pengumuman gencatan senjata selama dua minggu pada hari Selasa. Tujuannya adalah untuk mencari solusi permanen guna mengakhiri konflik yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, di tengah berlangsungnya pembicaraan nuklir antara Teheran dan Washington.
➡️ Baca Juga: Panduan Mengoptimalkan Siri di iPhone untuk Responsivitas dan Kemudahan Penggunaan
➡️ Baca Juga: Ulasan Singkat Smartphone dengan Daya Tahan Baterai Tinggi untuk Perjalanan Jauh




