Durasi Gerhana Bulan Total 3 Maret 2024 di Indonesia: 5 Jam 41 Menit yang Menarik

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa puncak Gerhana Bulan Total (GBT) yang bisa disaksikan di seluruh Indonesia akan berlangsung pada Selasa malam, 3 Maret, sesuai dengan waktu setempat di masing-masing daerah.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan di Jakarta pada hari Senin bahwa berdasarkan data pengamatan, fase awal gerhana akan dimulai pada pukul 18.03.56 WIB, dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, yang setara dengan 19.33.39 WITA dan 20.33.39 WIT.
“Masyarakat di Indonesia berkesempatan untuk menyaksikan fenomena astronomi yang menarik ini secara langsung dari berbagai lokasi, dengan syarat cuaca harus cerah dan langit tidak tertutup awan tebal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa wilayah Indonesia bagian timur memiliki visibilitas yang lebih baik, karena akan dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sementara itu, di bagian barat Indonesia, Bulan baru akan terbit ketika gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncaknya.
Fenomena gerhana ini akan sepenuhnya berakhir pada pukul 21.24 WIB, atau sekitar tengah malam waktu Indonesia Timur, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.
BMKG mencatat bahwa total durasi gerhana dari fase awal hingga akhir adalah sekitar 5 jam 41 menit 51 detik.
Fase parsialitas gerhana berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas, ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi, berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Saat mencapai puncak gerhana, Bulan berpotensi terlihat berwarna merah. Warna tersebut dihasilkan oleh fenomena hamburan Rayleigh yang terjadi di atmosfer Bumi, di mana cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya berwarna merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.
BMKG juga menambahkan bahwa sepanjang tahun 2026, diperkirakan akan terjadi empat gerhana, terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk memilih lokasi pengamatan yang jauh dari polusi cahaya dan memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
➡️ Baca Juga: Konten AI Generated: Masa Depan Kreator atau Ancaman?
➡️ Baca Juga: Trump Tekankan Keinginan Ganti Rezim Khamenei, Menlu Iran Sebut Misi Mustahil


