AS Kirim Pesawat Bomber B-52 untuk Serangan terhadap Iran Pertama Kali

Militer Amerika Serikat (AS) telah memulai pengoperasian pesawat pembom strategis Boeing B-52 Stratofortress dalam misi serangan yang ditujukan kepada Iran, yang merupakan bagian dari inisiatif yang dinamakan Operasi Epic Fury. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kepala Staf Gabungan dalam sebuah pernyataan resmi baru-baru ini.
Pesawat B-52 yang dikerahkan dilaporkan dilengkapi dengan sekitar 227 kilogram bom Joint Direct Attack Munition (JDAM). Menurut data yang dipublikasikan di situs resmi Angkatan Udara AS, saat ini terdapat 58 unit B-52H Stratofortress yang aktif, serta 18 unit cadangan yang siap digunakan.
Dalam konferensi pers yang diadakan baru-baru ini, Jenderal Dan Caine menyatakan, “Dengan meningkatnya superioritas udara yang kami miliki, kami telah berhasil memulai misi darat pertama B-52, yang memungkinkan kami untuk tetap unggul atas musuh, seperti yang telah kami lakukan sebelumnya.” Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan diri militer AS dalam kemampuan taktis mereka.
Selain pesawat bomber B-52, Angkatan Udara AS juga telah mengirimkan 12 unit pesawat serang A-10C Thunderbolt II ke Inggris. Sementara itu, aktivitas pesawat tanker AS terus berlangsung intensif di wilayah Inggris dan Rumania, menunjukkan komitmen AS untuk menjaga kehadiran militernya di Eropa.
Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber intelijen terbuka menunjukkan bahwa total enam pesawat KC-135 Stratotanker telah berangkat dari Inggris dan Rumania pada tanggal 31 Maret. Pesawat-pesawat ini melakukan misi pengisian bahan bakar untuk mendukung operasi udara yang sedang berlangsung.
Tiga pesawat Stratotanker dengan nomor registrasi 60-0355, 60-0353, dan 58-0095 lepas landas dari RAF Mildenhall dan terbang menuju wilayah barat daya Inggris sebelum akhirnya kembali ke pangkalannya. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik dalam pengoperasian pesawat militer AS di Eropa.
Di sisi lain, satu pesawat Stratotanker lainnya dengan nomor registrasi 60-0333, bersama dengan sebuah Lockheed Martin MC-130J Commando II yang terdaftar dengan nomor registrasi 09-6207, juga teridentifikasi lepas landas dari basis yang sama. Pesawat ini berfungsi sebagai pengisian bahan bakar dan juga untuk misi transportasi khusus.
Sementara itu, di Rumania, tiga pesawat Stratotanker dengan nomor registrasi 58-0073, 63-8035, dan 58-0106 berangkat dari Pangkalan Angkut Udara ke-90 di Bandara Internasional Henri Coanda. Pesawat-pesawat ini terbang ke selatan Yunani sebelum kembali ke pangkalan asal mereka, menunjukkan jangkauan operasi yang luas.
Tidak hanya itu, beberapa pesawat pengisian bahan bakar lainnya dengan registrasi 61-0290, 58-0056, 62-3578, dan 63-8880 yang terbang dari negara bagian Maine, AS, juga telah tiba di Timur Tengah dan berhasil mendarat di Israel. Ini menegaskan upaya militer AS dalam mendukung operasi yang lebih luas di kawasan tersebut.
Selama 30 hari terakhir, militer AS telah melancarkan lebih dari 11.000 serangan terhadap berbagai target, seperti yang dikemukakan oleh Jenderal Caine. Angka ini menunjukkan intensitas operasi yang dilakukan oleh AS dalam rangka mencapai tujuannya di wilayah tersebut.
➡️ Baca Juga: Makeup Natural Paling Dicari di Indonesia Saat Ini
➡️ Baca Juga: 7 Strategi Efektif Menghemat Minyak Goreng untuk Memasak Sehari-hari




