Alwi Farhan Akui Kurang Cepat Mengantisipasi Perubahan Pola Saat Kalah dari Kunlavut Vitidsarn

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berhasil mengambil banyak pelajaran berharga meskipun langkahnya terhenti di babak perempat final All England 2026.
Pada pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Alwi harus mengakui kekuatan Kunlavut Vitidsarn, pebulutangkis dari Thailand, setelah kalah dalam dua set langsung dengan skor 17-21 dan 12-21.
Walaupun tidak berhasil melaju ke semifinal, Alwi merasa bahwa penampilannya di turnamen BWF World Tour Super 1000 ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dari hasil latihan yang telah dilakukannya.
“Hal positif yang saya ambil dari All England pertama ini adalah hasil dari kerja keras saya. Persiapan menuju ke sini menunjukkan hasil, dan ada perkembangan yang terlihat,” ungkap Alwi, seperti dilaporkan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Pemain muda ini juga mencatat keberhasilannya membalas kekalahan dari Chou Tien-chen, pebulutangkis Taiwan yang sebelumnya dua kali mengalahkannya. Namun, ia mengakui bahwa ia belum dapat menemukan cara untuk menghadapi permainan Kunlavut di pertandingan perempat final tersebut.
Menurut Alwi, ia sebenarnya memulai set pertama dengan baik, tetapi perubahan strategi permainan Kunlavut setelah jeda pertama membuatnya kesulitan untuk beradaptasi.
“Saya sebenarnya sudah memulai gim pertama dengan baik, tetapi setelah interval, Kunlavut mengubah pola permainannya dan saya tidak dapat mengantisipasi perubahan itu dengan cepat. Itu adalah kesalahan saya,” jelasnya.
Selain pergeseran strategi dari lawan, Alwi juga mengakui bahwa insiden sepatu yang rusak pada set kedua sempat mengganggu fokusnya. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut bukanlah alasan untuk kekalahannya.
Alwi juga memberikan pujian terhadap kualitas permainan Kunlavut, yang menurutnya sangat gigih dan sulit untuk dikalahkan.
“Kunlavut adalah pemain yang sangat ulet dan tidak mudah untuk dikalahkan. Kekuatan mentalnya adalah salah satu yang membuatnya mencapai level permainan saat ini. Saya berusaha melawannya, tetapi saya merasa kurang rapi dalam penguasaan pukulan,” kata Alwi.
Meskipun perjalanan Alwi terhenti di perempat final, penampilannya di All England 2026 tetap menunjukkan kemajuan yang positif, terutama setelah sebelumnya ia berhasil meraih gelar di Indonesia Masters 2026.
➡️ Baca Juga: Program FLTA Guru Bahasa Inggris 2025 ke Amerika: Informasi Lengkap
➡️ Baca Juga: Nanobank Syariah Mendorong Generasi Syariah untuk Mewujudkan Gaya Hidup Finansial Berkelanjutan