Lion Parcel Tingkatkan Lingkungan Kerja Suportif untuk Kurir Perempuan yang Berkomitmen

Lion Parcel memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan perkembangan semua pekerja, termasuk para kurir perempuan. Dalam upaya tersebut, perusahaan ini berfokus menciptakan suasana kerja yang mendukung dan memperkuat para kurir dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih baik.
Langkah ini sejalan dengan visi Lion Parcel dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif, di mana setiap individu, baik perempuan maupun laki-laki, memiliki kesempatan untuk berkembang. Saat ini, lebih dari 25 persen dari total karyawan di Lion Parcel adalah perempuan, dan sejumlah di antaranya telah berhasil menduduki posisi manajerial yang strategis.
Salah satu contoh nyata dari dukungan ini dapat dilihat pada sosok Putri, seorang kurir perempuan berusia 24 tahun. Sebelum bergabung sebagai kurir penuh waktu di Lion Parcel setahun yang lalu, Putri sering menemani ibunya yang merupakan kurir Lion Parcel selama lebih dari lima tahun. Ketika kesehatan ibunya menurun, Putri memutuskan untuk melanjutkan peran tersebut.
“Dulu saya sering membantu mama mengantar paket, sekarang saya melakukannya sendiri,” ujar Putri dalam pernyataannya pada Rabu, 22 April 2026.
Kisah Putri mencerminkan semangat emansipasi perempuan, terutama saat perayaan Hari Kartini. Menjadi kurir perempuan tentu tidak tanpa tantangan. Putri sering kali harus menghadapi beragam respon dari pelanggan, mulai dari yang memberi dukungan hingga yang merasa terkejut dan mempertanyakan kemampuannya.
“Kadang pelanggan terkejut melihat kurirnya perempuan. Padahal kami perempuan juga mampu menjalani pekerjaan ini,” tuturnya.
Namun, tidak jarang Putri juga menghadapi perhatian yang kurang menyenangkan, seperti godaan atau pertanyaan pribadi dari pelanggan. Hal serupa juga dialami oleh Nuraini, seorang kurir berusia 29 tahun, yang mengaku pernah mengalami perlakuan yang tidak nyaman dari beberapa pelanggan.
“Kadang ada yang bersikap genit, tapi saya tidak mengambil pusing. Saya tetap fokus pada pekerjaan,” jelas Nuraini.
Sementara itu, Tiara, yang berusia 34 tahun, menghadapi tantangan dari lingkungan terdekatnya. Pada awalnya, keluarganya sempat menyarankan agar ia mencari pekerjaan lain karena statusnya sebagai perempuan.
“Namun, saya tunjukkan bahwa saya merasa nyaman dan menikmati pekerjaan sebagai kurir. Akhirnya, mereka mulai memberikan dukungan,” ungkap Tiara.
Di balik segala tantangan yang dihadapi, ada keyakinan yang menggerakkan mereka untuk terus melangkah maju, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Putri menyadari bahwa bekerja di lapangan mengharuskan dirinya untuk siap menghadapi berbagai situasi dan karakter pelanggan. Sementara itu, Tiara dan Nuraini menjalani pekerjaan ini dengan memegang teguh tujuan mereka, sembari bersyukur atas setiap proses yang telah dilalui.
➡️ Baca Juga: Annisa Pohan Siap Menyambut Kelahiran Anak Kedua Secara Diam-Diam
➡️ Baca Juga: Panca Ampera: Lima Amanat Penting untuk Petani Tembakau Madura dan Nusantara




