Trump: Memperpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Sangat Tidak Mungkin Terjadi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kepada Bloomberg pada hari Senin bahwa memperpanjang gencatan senjata dengan Iran “sangat tidak mungkin” jika tenggat waktu yang telah ditetapkan pada Rabu malam (22 April 2026) berlalu tanpa adanya kesepakatan damai.
Dalam wawancara telepon dengan korrespondensi Gedung Putih, Jeff Mason, Trump mengonfirmasi bahwa gencatan senjata tersebut akan berakhir pada Rabu malam waktu Washington. Ia pertama kali mengumumkan adanya gencatan senjata ini pada 7 April, setelah mengeluarkan ancaman untuk mengizinkan serangan terhadap infrastruktur sipil di Iran, serta memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan hancur” di negara tersebut.
Pernyataan presiden ini muncul bersamaan dengan rencana para pejabat pemerintah yang akan berangkat ke Islamabad, Pakistan, minggu ini untuk melanjutkan pembicaraan damai. Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menginformasikan kepada media bahwa Wakil Presiden Vance akan memimpin delegasi, yang juga mencakup utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu presiden.
The Hill berusaha menghubungi kantor Vance untuk mendapatkan penjelasan terkait kapan ia akan berangkat dari Washington menuju Islamabad.
Pada hari Senin, Trump juga membantah bahwa ia berada di bawah “tekanan” untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.
“Saya tidak merasa tertekan sama sekali. Meskipun, semua hal akan terjadi dengan relatif cepat! Waktu bukanlah musuh saya; yang terpenting adalah kita akhirnya menyelesaikan KEKACAUAN yang ditinggalkan oleh para presiden sebelumnya yang tidak memiliki keberanian atau visi jauh ke depan untuk menangani Iran,” tulis presiden dalam platform Truth Social miliknya.
Selama wawancaranya dengan Bloomberg, Trump mengulangi pendapatnya bahwa ia “tidak akan terburu-buru” untuk membuat kesepakatan yang tidak menguntungkan dengan rezim Iran. Ia menuntut agar Teheran menghentikan program nuklirnya. “Kita masih memiliki banyak waktu,” tambahnya.
Mengenai situasi di Selat Hormuz, Trump menginformasikan kepada Bloomberg bahwa Angkatan Laut AS akan terus memblokade jalur tersebut “sampai kesepakatan ditandatangani.” Blokade ini mulai diterapkan pada 13 April.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan pada hari Minggu bahwa pasukan angkatan laut sudah mengeluarkan “beberapa peringatan” sebelumnya sebelum mencegat sebuah kapal kargo berbendera Iran yang mencoba melintasi blokade tersebut.
➡️ Baca Juga: Yamaha Luncurkan Skutik Baru dengan Bensin Campuran, Harga Mulai Rp14 Jutaan
➡️ Baca Juga: Lamine Yamal Bangkitkan Semangat Comeback Barcelona di Markas Atletico Madrid



