Dedi Mulyadi Respon Tantangan Wagub Kalbar Terkait Pernyataan “Cium Lutut

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menantangnya untuk mengatasi persoalan di Kalbar dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6 triliun.
Krisantus menyatakan, “Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya ingin melihatnya, tapi dengan APBD Rp6 triliun, bagaimana dia bisa membangun Kalbar. Jika dia berhasil, saya akan cium lututnya,” ungkapnya saat forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Bupati Sintang pada 9 April 2026.
Menanggapi tantangan tersebut, Dedi Mulyadi menunjukkan rasa apresiasinya, tetapi juga menegaskan bahwa ia tidak berniat untuk membandingkan pembangunan di Jawa Barat dengan daerah lain.
Menurut Dedi, setiap daerah memiliki tantangan unik, terutama terkait dengan luas wilayah dan kapasitas fiskal yang ada. Ia mengakui bahwa daerah seperti Kalimantan Barat menghadapi beban pembangunan yang lebih besar karena luas wilayah yang signifikan dan anggaran yang terbatas.
“Saya sangat memahami bagaimana sulitnya situasi di daerah dengan luas seperti Kalimantan Barat dan keterbatasan anggaran yang dimiliki,” tutur Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya, yang dikutip pada 12 April 2026.
Dedi juga mengajak semua pihak untuk menghindari perdebatan perbandingan antar daerah dan lebih fokus pada upaya kolaboratif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap bahwa ke depannya, kemampuan fiskal daerah dapat meningkat, termasuk melalui mekanisme bagi hasil yang lebih adil.
“Saya ingin meminta maaf jika tindakan yang dilakukan di Jawa Barat mungkin menyinggung daerah lain. Semoga kita bisa bekerja sama untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, pernyataan Krisantus Kurniawan muncul setelah viralnya sebuah video di TikTok yang membandingkan kondisi infrastruktur di Kalimantan Barat dengan yang ada di Jawa Barat.
“Dari Bedayan, kami ingin menyampaikan keluhan tentang jalan kami yang rusak, karena gubernur kami tidak bekerja dengan baik, hanya memikirkan kepentingan pribadi, tidak peduli pada masyarakat yang banyak. Lebih baik Kang Dedi yang jadi gubernur dua bulan,” kata seorang bocah dalam video TikTok @elisabetmurniw.
Krisantus kemudian menegaskan bahwa perbandingan yang dilakukan tidak mempertimbangkan perbedaan fundamental antara kedua provinsi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD sekitar Rp31 triliun, sedangkan Kalimantan Barat memiliki luas yang jauh lebih besar, yakni sekitar 171 ribu kilometer persegi, dengan anggaran hanya Rp6 triliun.
➡️ Baca Juga: Strategi Mengelola Keuangan Usai Kenaikan Gaji untuk Menghindari Lifestyle Creep
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menghindari Kelelahan Mata Saat Terlalu Lama Menatap Layar Komputer




