Lockdown Islamabad, Pakistan Menjelang Perundingan AS-Iran yang Penting

Pakistan telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di ibu kota Islamabad, menyusul perundingan penting antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan untuk mencapai gencatan senjata. Pemerintah juga telah mengumumkan hari libur nasional selama dua hari, dari Kamis, 9 April 2026 hingga Jumat.
Ibu kota Pakistan, Islamabad, kini tampak luar biasa sepi akibat penutupan sebagian wilayahnya. Hal ini dilakukan menjelang pertemuan krusial antara AS dan Iran yang berlangsung atas undangan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang dijadwalkan dimulai pada Sabtu, 11 April 2026.
Jalan-jalan di Islamabad terlihat hampir kosong, dengan pos pemeriksaan yang didirikan di berbagai jalan utama. Larangan aktivitas di luar rumah selama dua hari ini mendorong warga untuk tetap berada di dalam. Keamanan pun diperketat, dengan penambahan pasukan dan polisi di seluruh wilayah ibu kota.
Delegasi dari AS, yang dipimpin oleh JD Vance, telah tiba setelah beberapa minggu konflik, dengan harapan bahwa pertemuan ini bisa membuka jalan menuju gencatan senjata yang berkelanjutan. Di pihak Iran, delegasi dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Pembicaraan ini direncanakan akan berlangsung di sebuah hotel di distrik administratif, lokasi yang telah ditentukan untuk menjaga keamanan selama pertemuan berlangsung.
Warga Islamabad memperhatikan dengan cermat perkembangan situasi ini, dengan optimisme yang hati-hati bahwa negosiasi ini dapat membantu meredakan ketegangan yang ada dan memulihkan stabilitas di kawasan.
Pakistan berusaha untuk memposisikan dirinya sebagai mediator utama dalam krisis ini, berupaya menjembatani kesenjangan antara kedua belah pihak dan membawa mereka ke meja perundingan.
Putaran pertama negosiasi diharapkan dimulai pada Sabtu, di mana 10 poin proposal dari Iran akan menjadi fokus pembahasan. Beberapa isu yang akan dibahas mencakup kendali Iran atas Selat Hormuz, penarikan pasukan AS dari Timur Tengah, serta penghentian semua operasi militer.
Namun, perbedaan antara kedua belah pihak masih sangat mencolok. Perselisihan mengenai apa yang seharusnya dimasukkan dalam gencatan senjata telah menyulitkan penetapan agenda. Mantan Presiden Donald Trump telah mengusulkan proposal 10 poin dari Iran sebagai titik awal yang mungkin untuk diskusi.
Versi rencana yang beredar dari Teheran menguraikan tuntutan yang kemungkinan besar tidak akan diterima oleh Washington. Tuntutan tersebut meliputi kendali atas Selat Hormuz, ganti rugi untuk kerusakan akibat perang, pencabutan sanksi secara menyeluruh, dan pengakuan hak Iran untuk pengayaan nuklir.
➡️ Baca Juga: Ulasan Singkat Smartphone Audio Stereo Kencang untuk Hiburan Multimedia Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Puasa 6 Hari di Bulan Syawal, Apakah Pahalanya Setara dengan Puasa Setahun?



