Fuso Menguraikan Tantangan Utama Kendaraan Niaga di Sektor Cold Chain

Industri cold chain di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya permintaan untuk distribusi produk makanan dan hasil pertanian. Namun, di balik kemajuan tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi, terutama terkait dengan operasional kendaraan niaga dan sistem distribusinya.
Gerry Ardian, Chief Innovation Officer PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-Log), mengungkapkan bahwa tantangan utama tidak hanya terletak pada proses pengiriman, tetapi juga pada upaya menjaga kualitas produk selama transit. Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Indonesia, yang merupakan negara kepulauan, membuat proses distribusi menjadi lebih rumit.
“Produk seperti ikan, sayuran, dan makanan olahan sering kali diproduksi di lokasi tertentu, sehingga diperlukan sistem yang efektif untuk menjaga kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen,” tambahnya dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan di pameran GIICOMVEC 2026.
Ia juga menekankan bahwa kendala tidak hanya berasal dari jarak yang harus ditempuh, tetapi juga dari keterbatasan fasilitas yang ada di lapangan. Sebagai contoh, masih banyak kapal yang tidak dilengkapi dengan sumber listrik, sehingga kendaraan berpendingin terpaksa harus tetap menggunakan bahan bakar untuk menjaga suhu selama perjalanan.
Kondisi ini secara langsung mempengaruhi efisiensi operasional, terutama bagi pelaku logistik yang dituntut untuk menjaga suhu produk agar tetap stabil. Selain itu, masih ada tantangan terkait peningkatan kesadaran pentingnya pengelolaan suhu dalam rantai pasokan.
Di sisi lain, Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, berpendapat bahwa kendaraan niaga memegang peranan penting dalam mendukung distribusi cold chain. Namun, kendaraan tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal tanpa adanya dukungan sistem dan layanan yang memadai.
“Kendaraan niaga memerlukan layanan purna jual yang kuat agar kegiatan operasional dapat berjalan tanpa kendala,” ujar Aji.
Ia menambahkan bahwa berbagai tantangan di lapangan menjadikan keandalan kendaraan sebagai faktor yang sangat krusial. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa distribusi dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, adanya dukungan jaringan layanan yang luas serta pemantauan kondisi kendaraan menjadi elemen penting dalam operasional.
Saat ini, Fuso telah mengembangkan jaringan yang mencakup sekitar 225 diler di seluruh Indonesia, yang siap memberikan layanan pemeliharaan dan perbaikan. Selain itu, perusahaan juga berinovasi dengan sistem digital untuk memantau kondisi kendaraan, termasuk sistem pendingin yang berfungsi selama perjalanan.
➡️ Baca Juga: Teknik Fotografi Makanan yang Efektif untuk Meningkatkan Daya Tarik Konsumen Restoran
➡️ Baca Juga: Riza Chalid dan Orang Kepercayaannya Bongkar Fakta Persidangan Terkait Sewa Terminal BBM PT OTM




