Netanyahu Nyatakan Israel Siap Menghadapi Ancaman dari Iran dengan Kekuatan Maksimal

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menanggapi kritik yang datang dari pemimpin oposisi terkait persetujuannya atas gencatan senjata sebelum mencapai seluruh tujuan strategis dalam konflik yang sedang berlangsung.
Dalam pidato terbaru yang disiarkan secara langsung di televisi pada Rabu lalu, Netanyahu menggarisbawahi bahwa Israel tetap berada dalam posisi siap untuk menghadapi ancaman dari Iran, meskipun saat ini terdapat kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington.
“Harus saya tegaskan, kami masih memiliki target yang harus dicapai dan kami akan mencapainya, baik melalui negosiasi maupun melalui pertempuran yang lebih intens,” ucap Netanyahu dalam pernyataannya yang dilansir oleh berbagai media, pada 9 April 2026.
Netanyahu juga menekankan kesiapan Israel untuk kembali terlibat dalam pertempuran melawan Iran jika diperlukan. Ia menambahkan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat bukanlah akhir dari konflik ini.
“Kami selalu siap untuk berperang kapan pun diperlukan. Jari kami tetap siap di pemicu. Ini bukan akhir dari kampanye kami, melainkan sebuah langkah menuju pencapaian seluruh tujuan kami,” tegasnya.
Dalam pandangannya, Netanyahu mengklaim bahwa Iran kini berada dalam keadaan yang lebih lemah dibandingkan sebelumnya, memasuki periode gencatan senjata ini dengan kondisi yang tidak menguntungkan.
Menanggapi kritik dari oposisi yang menyebutnya terburu-buru dalam menyetujui gencatan senjata, Netanyahu menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut telah dilakukan dengan koordinasi penuh dari Israel.
“Seperti yang Anda ketahui, kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu antara AS dan Iran mulai berlaku semalam, dan itu sepenuhnya dilakukan dalam koordinasi dengan Israel. Tidak ada kejutan di menit-menit terakhir,” tambahnya.
Sebelumnya, pemimpin oposisi Yair Lapid menyebut gencatan senjata ini sebagai bencana diplomatik bagi Israel, mengklaim bahwa Netanyahu gagal memenuhi tujuan strategis yang telah ditetapkan.
Netanyahu juga telah menetapkan penghapusan atau setidaknya penurunan signifikan program nuklir Iran sebagai salah satu tujuan utama dalam perang ini, karena dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi kelangsungan Israel.
Ia juga menargetkan untuk melemahkan kemampuan rudal balistik Iran, menggulingkan rezim yang ada, serta membatasi pengaruh Teheran di kawasan dengan menyerang jaringan kelompok pro-Iran di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya yang disampaikan di televisi, Netanyahu menjelaskan pencapaian yang telah diraih sejauh ini dalam konflik tersebut.
“Kami tidak hanya menghancurkan rudal yang ada, tetapi juga pabrik-pabrik yang memproduksinya. Saat ini, Iran hanya memiliki sisa persediaan yang semakin menipis. Kami telah memberikan dampak serius pada program nuklir Iran dengan menghancurkan infrastruktur dan fasilitas sentrifugal yang penting,” tambahnya, seraya menekankan bahwa Israel akan memastikan agar uranium yang diperkaya tidak tetap berada di Iran.
➡️ Baca Juga: Panduan Desain Interior Minimalis Terlengkap
➡️ Baca Juga: Tanpa Mac, Begini Render Video 4K 60 fps di iPhone Pakai Free Apps 200 MB Saja




