Tanda-tanda Penyakit Jantung Bawaan yang Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Tumbuh kembang anak adalah salah satu indikator vital yang dapat menunjukkan kesehatan si kecil. Namun, banyak orang tua yang merasa cemas ketika melihat anak mereka kesulitan menambah berat badan atau menunjukkan perkembangan yang lebih lambat dibandingkan teman-teman sebayanya. Salah satu penyebab yang mungkin mendasari kondisi ini adalah penyakit jantung bawaan.
Menurut dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, FIHA, CCK, seorang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, penyakit jantung bawaan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak karena tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk berfungsi dengan baik. Mari kita bahas lebih dalam mengenai hal ini.
“Pada anak yang menderita penyakit jantung bawaan, tubuh mereka memerlukan kalori yang lebih tinggi untuk mendukung kerja jantung dan proses pernapasan. Akibatnya, anak-anak ini sering kali mengalami kesulitan dalam menaikkan berat badan dan pertumbuhan mereka bisa terhambat dibandingkan anak-anak seusianya,” jelas dr. Putri dalam penjelasannya.
Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan yang memengaruhi struktur atau fungsi jantung yang sudah ada sejak bayi masih dalam kandungan. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh. Penyakit ini biasanya terjadi akibat pembentukan jantung janin yang tidak sempurna selama trimester pertama kehamilan.
Namun, pada kasus penyakit jantung bawaan, proses pembentukan ini dapat terganggu karena adanya kelainan struktural pada jantung. PJB dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yaitu:
1. PJB Non-Sianotik (Tidak Biru)
Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Dalam kondisi ini, kadar oksigen dalam darah yang beredar ke seluruh tubuh tetap berada pada tingkat yang baik, sehingga anak tidak menunjukkan warna kebiruan. Salah satu contoh dari kelompok ini adalah defek septum atrium (ASD) dan defek septum ventrikel (VSD), di mana terdapat lubang pada sekat jantung yang memisahkan ruang-ruang jantung.
2. PJB Sianotik (Tipe Biru)
Jenis ini lebih serius karena terjadi percampuran antara darah yang rendah oksigen dengan darah yang kaya oksigen, menyebabkan darah yang dipompa ke seluruh tubuh menjadi kekurangan oksigen.
Penting bagi orang tua untuk mewaspadai tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan adanya penyakit jantung bawaan pada anak. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
– Kesulitan bernapas atau napas yang cepat
– Kelelahan yang berlebihan saat beraktivitas
– Pertumbuhan yang terhambat atau berat badan yang tidak naik
– Kulit atau bibir yang tampak kebiruan
– Sering mengalami infeksi saluran pernapasan
Jika orang tua mendapati gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis. Deteksi dini dapat membantu penanganan yang lebih efektif dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Selain itu, pemantauan rutin terhadap kesehatan anak juga sangat penting. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar setiap kelainan dapat segera diidentifikasi dan ditangani.
Pendidikan tentang penyakit jantung bawaan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan. Mengetahui informasi yang tepat mengenai kondisi ini dapat membantu orang tua memahami apa yang harus diwaspadai dan bagaimana cara merawat anak mereka dengan lebih baik.
Dengan penanganan yang tepat dan dukungan yang memadai, anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tetap berkomunikasi dengan tenaga medis dan mengikuti saran yang diberikan.
Menghadapi tantangan yang dihadapi oleh anak-anak dengan penyakit jantung bawaan memang tidak mudah. Namun, dengan pengetahuan yang memadai dan perhatian yang konsisten, kita dapat membantu mereka menjalani hidup yang lebih baik dan lebih sehat. Mari bersama-sama memberikan dukungan terbaik untuk mereka agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
➡️ Baca Juga: Tautan Live Streaming Liverpool vs Galatasaray di Liga Champions, Saksikan Gratis di Sini
➡️ Baca Juga: Airlangga: Penerapan WFH Sehari dalam Sepekan Dapat Hemat 20% Penggunaan BBM Harian




