Trump Menyebut Warga Iran ‘Binatang’, Klaim Serangan Infrastruktur Bukan Kejahatan Perang

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang sangat kontroversial mengenai Iran dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada Senin, 6 April. Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur Iran adalah tindakan yang sah di mata hukum internasional.
Selama sesi tanya jawab, Trump menggunakan istilah yang sangat provokatif dengan menyebut pejabat dan warga Iran sebagai ‘binatang’. Ini muncul ketika ia ditanya mengenai klasifikasi serangan tersebut apakah dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Ketika ditanya oleh wartawan bagaimana serangan yang ditujukan pada infrastruktur Iran dapat dibenarkan tanpa melanggar hukum perang, Trump menjawab dengan tegas, “Karena mereka binatang.” Pernyataan ini dilaporkan oleh berbagai media, termasuk Middle East Monitor, pada Rabu, 8 April.
Lebih lanjut, Trump menekankan bahwa kejahatan perang yang sebenarnya adalah membiarkan Iran memiliki akses kepada senjata nuklir yang berpotensi mengancam stabilitas global.
“Kamu tahu apa yang bisa disebut kejahatan perang? Membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” ungkapnya dengan nada serius kepada wartawan di Gedung Putih.
Dalam kesempatan itu, Trump juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan Iran dan memperingatkan bahwa negara tersebut akan menghadapi konsekuensi yang sangat serius.
Dia menambahkan bahwa rakyat Iran, dalam pandangannya, justru merasa “gelisah” jika tidak mendengar suara ledakan.
“Mereka merindukan suara bom karena itu berarti mereka menginginkan kebebasan,” kata Trump, menyoroti pandangannya yang kontroversial mengenai keinginan rakyat Iran.
Trump bahkan memperingatkan bahwa jika Iran tidak mencapai kesepakatan yang diinginkannya sebelum tenggat waktu pada hari Selasa, 7 April, maka seluruh peradaban Iran akan terancam punah.
“Sebuah peradaban yang utuh akan hancur malam ini, dan tidak akan pernah bisa kembali lagi,” tulisnya dalam platform media sosialnya, Truth Social.
Meskipun pernyataan tersebut terkesan sangat ekstrem, Trump tetap membuka kemungkinan akan ada solusi yang inovatif dan luar biasa untuk situasi yang tegang ini.
“Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi ada kemungkinan besar hal buruk akan terjadi,” imbuhnya.
Pernyataan Trump yang penuh kontroversi ini memicu kekhawatiran di kalangan ahli hukum dan mantan pejabat militer. Mereka mengkhawatirkan bahwa ancaman presiden untuk menyerang infrastruktur sipil dapat merusak tujuan strategis Amerika Serikat di Iran dan berpotensi menimbulkan masalah hukum bagi pimpinan militer yang terlibat.
➡️ Baca Juga: Beasiswa Mahasiswa Kimia: Peluang dan Syarat Terbaru
➡️ Baca Juga: Belajar Makanan Tradisional Indonesia untuk Pemula




