Badai Mundur Serang BAC 2026, Juara Bertahan dan Andalan China Mendadak Hilang

Jelang pelaksanaan Kejuaraan Asia Bulu Tangkis (BAC) 2026 yang direncanakan berlangsung di Ningbo, China pada tanggal 7 hingga 12 April, turnamen ini menghadapi tantangan besar akibat mundurnya beberapa pemain ternama dari benua Asia. Situasi ini tentu saja berpotensi mengubah lanskap persaingan, bahkan sebelum pertandingan pertama dimulai.
Beberapa nama besar yang selama ini menjadi sorotan utama dalam turnamen ini dipastikan tidak akan berpartisipasi. Dari tuan rumah, pasangan ganda campuran juara 2023, Zhen Bang dan Wei Ya Xin, serta tunggal putri andalan sekaligus juara bertahan, Chen Yu Fei, telah resmi mengundurkan diri. Keberangkatan dua kekuatan utama ini tentu saja menjadi pukulan berat bagi publik China yang mengharapkan dominasi di tanah air mereka.
Jepang juga mengalami situasi serupa. Tunggal putra Kenta Nishimoto telah dinyatakan mundur berdasarkan pengumuman resmi dari Federasi Bulu Tangkis Dunia. Kepergian pemain ini membuat kekuatan Jepang dalam sektor tunggal menjadi berkurang.
India menghadapi kerugian yang jauh lebih signifikan. Dua pasangan unggulan mereka dalam kategori ganda juga memutuskan untuk tidak ikut serta dalam turnamen. Pasangan juara edisi 2023, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, terpaksa mundur karena kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.
“Satwik masih merasakan sakit, jadi mereka tidak akan bermain minggu ini,” ungkap pelatih Tan Kim Her yang dikutip dari Press Trust of India.
Di samping itu, pasangan ganda putri, Treesa Jolly dan Gayatri Gopichand Pullela, juga ikut mundur dari turnamen, sehingga India harus menghadapi kehilangan di dua sektor sekaligus.
Thailand juga tidak luput dari badai mundur ini. Pasangan ganda campuran, Ruttanapak Oupthong dan Jhenicha Sudjaipraparat, juga masuk dalam daftar pemain yang batal tampil.
Sementara itu, Indonesia pun tidak sepenuhnya terhindar dari situasi ini. Satu wakil di sektor ganda putri, Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine, harus mengundurkan diri karena masalah kesehatan.
Dalam keterangan resmi dari PP PBSI, disebutkan bahwa Rinjani diketahui terserang tifus sejak pekan lalu dan hingga saat ini belum pulih sepenuhnya, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk bertanding di level kompetitif seperti BAC.
Dengan situasi yang ada, Indonesia kini mengandalkan harapan pada tiga pasangan ganda putri lainnya, yaitu Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum, serta Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi.
Gelombang mundurnya sejumlah pemain ini jelas akan menghadirkan dinamika yang berbeda dalam BAC 2026. Di satu sisi, absennya para unggulan memberikan ruang bagi kejutan dari pemain lain. Namun di sisi lain, turnamen ini kehilangan sejumlah duel menarik yang sebelumnya dinantikan oleh publik.
➡️ Baca Juga: DPR Panggil Kejari Karo Terkait Dugaan Penegakan Hukum Pasca Kebebasan Amsal Sitepu
➡️ Baca Juga: Yaqut Kembali ke Rutan KPK Setelah Mengakhiri Tahanan Rumahnya




