Polisi Amankan Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Pria Usai Salat Subuh di Tambun

Pelaku yang melakukan penyiraman air keras terhadap seorang pria berinisial TW (54) di Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.
Kapolres Bekasi Kabupaten, Komisaris Besar Polisi Sumarni, mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Benar, pelaku sudah ditangkap,” ujar Sumarni pada hari Kamis, 2 April 2026.
Meskipun telah mengkonfirmasi penangkapan, Sumarni belum memberikan detail lebih lanjut mengenai identitas pelaku, waktu, dan lokasi penangkapannya. Ia menyatakan bahwa informasi lebih lengkap akan diungkapkan dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
“Konferensi pers akan dilaksanakan besok,” tambahnya.
Sebelumnya, aksi penyiraman air keras ini menjadi perhatian publik setelah rekaman kejadian tersebut viral di media sosial. Peristiwa yang mengerikan ini terjadi di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dan terekam oleh kamera pengawas.
Salah satu video yang beredar menunjukkan dua pria yang mengendarai sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Secara tiba-tiba, salah satu dari mereka menyiramkan cairan ke arah korban yang sedang berjalan kaki seorang diri.
Korban yang mengenakan baju berwarna cokelat terlihat panik dan merasakan sakit setelah disiram. Ia berusaha mengusap bagian tubuh yang terkena cairan tersebut, bahkan sampai melepaskan pakaiannya.
Dalam salah satu postingan di media sosial, tertulis, “Pulang salat subuh, warga Tambun disiram air keras dan mengalami luka bakar,” demikian kutipan yang diambil dari akun tersebut pada Selasa, 31 Maret 2026.
Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa insiden tersebut terjadi pada hari Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 04.51 WIB di Perumahan Bumisani Permai, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Korban, yang berinisial TW, mengalami luka bakar akibat penyiraman air keras setelah menyelesaikan salat subuh.
➡️ Baca Juga: Rekomendasi PC untuk Administrasi Jangka Panjang tanpa Sering Upgrade
➡️ Baca Juga: Inovasi Energi Terbarukan: Solusi untuk Krisis Energi Nasional




