IHSG Turun 89 Poin di Sesi I Setelah Pidato Trump Mengguncang Pasar

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan setelah sebelumnya mencatat lonjakan yang cukup tinggi. Pada akhir sesi pertama perdagangan yang berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, IHSG tergerus 1,25 persen atau 89,91 poin, sehingga berada di level 7.094,53.
IHSG langsung merosot ke angka 7.153 pada awal perdagangan hari ini, bahkan sempat menyentuh titik terendah di level 7.083. Penurunan ini menunjukkan ketidakpastian di pasar yang terus berkembang.
Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 6,90 triliun, dengan volume transaksi harian mencapai sekitar 144,9 juta saham. Para investor melakukan lebih dari 1 juta transaksi selama sesi ini, menandakan adanya aktivitas yang cukup tinggi meskipun IHSG mengalami penurunan.
Menurut analis dari Phintraco Sekuritas, penurunan ini dipicu oleh perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang diperkirakan akan semakin memanas. Pidato terbaru dari Presiden Trump yang menyatakan rencana serangan lebih besar terhadap Iran dalam waktu 2-3 minggu ke depan telah mengguncang pasar.
Dari analisis teknikal, IHSG terlihat telah menembus level support psikologis di angka 7.100. Hal ini didukung oleh indikator MACD yang menunjukkan penyempitan pada histogram positif, memberikan sinyal potensi pergerakan lebih lanjut.
Dengan mempertimbangkan sentimen fundamental dan konfirmasi dari analisis teknikal, tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.050 hingga 7.125 pada sesi kedua perdagangan hari ini, mencerminkan ketidakpastian yang masih menghinggapi pasar.
Di sisi lain, meskipun IHSG turun, sejumlah emiten berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Berikut adalah tiga saham dengan performa terbaik di antara 45 saham unggulan (LQ45).
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan kenaikan yang signifikan. Saham MAPI melonjak 3,60 persen atau 45 poin, sehingga mencapai level 1.295.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) juga menunjukkan performa yang kuat. Saham AKRA mengalami kenaikan sebesar 3,35 persen atau 45 poin menjadi 1.390.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turut mencatatkan pertumbuhan yang positif. Saham AADI meningkat sebesar 3,06 persen, mencapai posisi 10.950.
Kondisi pasar saat ini mencerminkan dampak dari faktor eksternal yang memengaruhi keputusan investasi. Dengan adanya ketegangan geopolitik, investor perlu tetap waspada dan memperhatikan pergerakan pasar secara cermat.
Meskipun IHSG turun, para investor yang cermat masih dapat menemukan peluang dalam situasi ini. Memahami dinamika pasar dan mengikuti perkembangan terkini akan menjadi kunci untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
➡️ Baca Juga: Napoli Raih Kemenangan Dramatis, Juventus Amankan Poin Penting di Markas Udinese
➡️ Baca Juga: Diskon Tarif Angkutan Lebaran dan Jalan Tol Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI saat Lebaran




