6 Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi Jemaah untuk Menentukan Keabsahan Ibadah

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji 2026 semakin mendekat. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan jadwal keberangkatan jemaah haji, menandai dimulainya rangkaian ibadah tahunan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Jadwal keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan pada Rabu, 22 April 2026, yang bertepatan dengan 5 Zulqa’dah 1447 H. Sebelumnya, jemaah diharapkan sudah berada di asrama haji sehari sebelum keberangkatan. Mari kita simak lebih lanjut informasi penting ini!
Di balik penjadwalan yang telah ditetapkan, terdapat aspek yang sangat fundamental dalam pelaksanaan haji, yaitu rukun haji. Rukun ini menjadi faktor penentu sah atau tidaknya ibadah yang dilaksanakan oleh setiap jemaah.
“Apabila salah satu rukun tidak dilaksanakan, maka ibadah haji tersebut dianggap tidak sah, dan kewajiban haji tetap berlaku bagi jemaah itu,” ungkap Ustadz Alhafiz Kurniawan, sebagaimana dilansir dari NU Online.
Ia juga menekankan bahwa rukun haji tidak dapat diganti dengan dam karena rukun merupakan inti dari ibadah itu sendiri. Berikut adalah enam rukun haji yang harus dipenuhi oleh setiap jemaah.
1. Ihram
Ihram merupakan langkah awal dalam memasuki rangkaian ibadah haji. Proses ini dimulai dengan niat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah haji. Jemaah disarankan untuk mengucapkan niat tersebut secara lisan, diawali dengan mandi dan mengenakan pakaian ihram sebagai simbol kesucian dan kesederhanaan.
2. Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah merupakan puncak dari ibadah haji yang dilaksanakan di Padang Arafah. Kehadiran jemaah, meskipun hanya sekejap, sudah memenuhi rukun ini.
“Waktu wukuf berlangsung dari zuhur pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga Subuh pada tanggal 10 Dzulhijjah,” jelas Ustadz Alhafiz. Pada saat ini, jemaah sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa dengan penuh khusyuk.
3. Tawaf Ifadhah
Tawaf Ifadhah dilakukan dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dalam keadaan suci, dimulai dari Hajar Aswad.
“Jemaah haji sudah diperbolehkan untuk melakukan tawaf ifadhah mulai tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah. Jika dilakukan sebelum waktu tersebut, tawaf ifadhah tersebut tidak sah,” tegas Wakil Sekretaris LBM PBNU.
4. Sa’i antara Shafa dan Marwah
Sa’i dilaksanakan dengan berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. “Langkah pertama wajib dimulai dari Shafa menuju Marwah. Jika sa’i dimulai dari Marwah menuju Shafa, maka langkah pertama tersebut tidak akan dihitung. Sa’i harus dilakukan dengan tujuh kali penghitungan yang akurat dan tidak boleh kurang dari tujuh kali,” jelas Ustadz Alhafiz.
5. Tahallul
Tahallul adalah proses mencukur atau memotong sebagian rambut bagi jamaah laki-laki, sedangkan jamaah perempuan cukup memotong sedikit dari ujung rambutnya.
Proses ini menandai selesainya ihram dan memberi kesempatan bagi jemaah untuk mengenakan pakaian biasa kembali. Tahallul ini sangat penting untuk menyempurnakan ibadah haji, dan waktu pelaksanaannya dapat dilakukan setelah tawaf ifadhah.
6. Tertib
Rukun terakhir adalah tertib, yaitu pelaksanaan semua rukun haji harus dilakukan dalam urutan yang benar. Meskipun rukun ini sering kali diabaikan, penting bagi setiap jemaah untuk memahami bahwa setiap tahapan ibadah harus dilakukan dengan tertib agar ibadah haji dianggap sah.
Mematuhi urutan ini mencerminkan disiplin dan keseriusan dalam menjalankan ibadah, yang merupakan aspek penting dalam haji.
Setiap rukun haji memiliki makna dan kepentingan tersendiri, dan tidak ada satu pun yang dapat dianggap sepele. Memahami dan melaksanakan enam rukun haji ini dengan baik adalah kunci untuk memastikan keabsahan ibadah haji yang dijalankan.
Dengan mematuhi rukun haji, jemaah tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga merasakan makna dan kedalaman spiritual dari ibadah yang sangat mulia ini. Selamat menjalankan ibadah haji bagi yang telah dipanggil, dan semoga semua rukun dapat dipenuhi dengan baik.
➡️ Baca Juga: Menu Andalan untuk Keluarga di Miami: Restoran Terbaik untuk Keluarga
➡️ Baca Juga: Program Gym Desember untuk Memudahkan Transisi Latihan Menuju Resolusi Tahun Baru



