AS-Israel Cabut Dua Nama Pejabat Iran dari Daftar Target Operasi Militer

AS dan Israel telah resmi menghapus nama Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, serta Ketua Parlemen, Mohammad Ghalibaf, dari daftar target operasi militer mereka. Keputusan ini diambil setelah para mediator menyatakan bahwa upaya perdamaian akan menemui jalan buntu jika kedua pejabat tersebut tidak terlibat, menurut sejumlah laporan yang beredar.
Sebelumnya, Ghalibaf dan Araghchi telah ditetapkan sebagai target oleh Israel. Namun, mediator dari Pakistan, Turki, dan Mesir memberikan peringatan kepada AS bahwa jika kedua tokoh tersebut dibunuh, peluang untuk mencapai kesepakatan damai akan sangat tipis.
“Israel sudah memiliki koordinat dan berniat untuk menghilangkan mereka. Kami memberitahu AS, bahwa jika mereka juga dibunuh, maka tidak ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi. Oleh karena itu, AS meminta Israel untuk menunda rencana tersebut,” ungkap seorang sumber dari Pakistan kepada Reuters, sebagaimana dikutip oleh beberapa media pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurut laporan awal dari The Wall Street Journal, Ghalibaf dan Araghchi hanya akan mendapatkan penundaan selama sepuluh hari, sementara AS berupaya untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih permanen.
Tentara Pertahanan Israel (IDF) belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah kedua pejabat Iran tersebut memang dihapus dari daftar target untuk sementara waktu.
Ghalibaf tetap menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pemerintahan Iran, terlepas dari meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei dan saingannya, Ali Larijani. Sebagai Ketua Parlemen, Ghalibaf diyakini memiliki hubungan yang signifikan dengan pemerintahan Trump.
Baik Ghalibaf maupun Araghchi telah berulang kali membantah adanya keterlibatan langsung dalam negosiasi dengan Washington, sementara Iran baru-baru ini memberikan kritik tajam terhadap proposal damai 15 poin yang diajukan oleh Trump.
Saat ini, Pakistan, Turki, dan Mesir sedang berusaha untuk mengatur pertemuan antara negosiator Iran dan AS di Islamabad, yang diharapkan dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif.
Meskipun ada indikasi bahwa serangan terhadap Ghalibaf dan Araghchi mungkin telah dihentikan, Juru Bicara IDF, Brigjen Effie Defrin, menegaskan bahwa Israel akan terus melanjutkan pencarian terhadap pemimpin-pemimpin Iran setelah serangan yang mengakibatkan tewasnya Kepala Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, yang terjadi semalam.
“Pembunuhan ini tidak akan berhenti; kami akan terus mengejar siapa pun yang mengancam Israel,” tegasnya dalam sebuah pernyataan resmi.
➡️ Baca Juga: Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala Untuk Deteksi Dini Penyakit Kronis
➡️ Baca Juga: Kaster TNI Kembali Aktif, Legislator Golkar Sebut Kebijakan Internal yang Tak Perlu Dibahas




